Empat Astronaut Kembali ke Bumi dengan Kapsul SpaceX Setelah 5 Bulan di Stasiun Luar Angkasa
📅 Minggu, 10 Agu 2025, 13:45 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: NASA via AP
WASHINGTON - Kru internasional yang terdiri dari empat astronaut kembali ke Bumi pada hari Sabtu (9/8) setelah hampir lima bulan berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Mereka kembali dengan selamat dalam kapsul SpaceX.
Pesawat ruang angkasa yang membawa astronaut AS Anne McClain dan Nichole Ayers, Takuya Onishi dari Jepang, dan kosmonot Russia Kirill Peskov mendarat di lepas pantai California pada pukul 8.44 pagi waktu setempat
Kepulangan mereka menandai berakhirnya misi rotasi kru ke-10 ke stasiun luar angkasa di bawah Program Kru Komersial NASA, yang diciptakan untuk menggantikan era Pesawat Ulang-alik melalui kemitraan dengan industri swasta.
Kapsul Dragon milik perusahaan SpaceX milik miliarder Elon Musk terlepas dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada pukul 22.15 GMT pada hari Jumat.
Ketika kapsul ini memasuki kembali atmosfer Bumi, suhunya memanas hingga 3.500 derajat Fahrenheit (1.925 Celsius), menurut NASA.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masuk kembali ke atmosfer -- kemudian penyebaran parasut besar saat kapsul semakin dekat ke Bumi -- memperlambat kecepatannya dari 17.500 mil (28.100 kilometer) per jam menjadi hanya 16 mil per jam.
Setelah mendarat, kapsul diangkat oleh pesawat SpaceX dan diangkat ke atas. Baru setelah itu para astronaut dapat menghirup udara Bumi lagi, untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan.
Mereka melakukan banyak eksperimen ilmiah selama berada di stasiun luar angkasa, termasuk mempelajari pertumbuhan tanaman, bagaimana sel bereaksi terhadap gravitasi, dan efek gayaberat mikro pada mata manusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penjabat Administrator NASA Sean Duffy memuji keberhasilan misi tersebut.
"Misi kru kami adalah fondasi bagi eksplorasi manusia jangka panjang yang mendorong batas-batas kemungkinan," ujarnya dalam pernyataan NASA.
McClain mengatakan perpisahannya dengan ISS adalah "manis sekaligus pahit" karena dia mungkin tidak akan pernah kembali.
"Setiap hari, misi ini bergantung pada orang-orang dari seluruh dunia," tulisnya di X.
"Hal ini bergantung pada pemerintah dan badan usaha, pada semua partai politik, dan pada komitmen terhadap tujuan yang tidak berubah selama bertahun-tahun dan puluhan tahun."
NASA mengatakan bulan lalu akan kehilangan sekitar 20 persen tenaga kerjanya -- sekitar 3.900 karyawan -- akibat pemotongan dari upaya besar-besaran Presiden AS Donald Trump untuk memangkas tenaga kerja federal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!