- Home
-
- Megapolitan
-
- DKI Jakarta Targetkan 3.00...
DKI Jakarta Targetkan 3.000 Titik Baca pada 2026 untuk Perluas Akses Literasi
Minggu, 10 Agu 2025, 13:15 WIBJAKARTA â Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta menetapkan target ambisius untuk menghadirkan 3.003 titik baca di seluruh wilayah Ibu Kota pada 2026. Program ini bertujuan memperluas akses layanan literasi bagi semua lapisan masyarakat, termasuk warga kurang mampu, melalui berbagai inovasi dan kolaborasi.
Kepala Dispusip DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, menegaskan pihaknya tidak hanya fokus menyediakan fasilitas bagi masyarakat yang mampu, tetapi juga memastikan kelompok kurang mampu dapat menikmati layanan literasi. âBukan hanya untuk kelompok yang mampu, tapi juga bagi yang kurang mampu. Salah satunya melalui perpustakaan keliling,â ujarnya kepada wartawan, Sabtu (9/8/2025).
Ia menambahkan, fasilitas perpustakaan yang ada di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) juga dioptimalkan untuk menunjang target tersebut. Optimalisasi dilakukan dengan menambah koleksi buku dan memperbanyak titik baca agar akses literasi semakin mudah dijangkau oleh warga.
Berdasarkan data Dispusip, jumlah titik baca di Jakarta mengalami peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada periode 2022â2024, jumlahnya tercatat sebanyak 1.672 titik, kemudian melonjak menjadi 2.403 titik pada 2025.
âTargetnya 3.003 titik baca pada 2026,â kata Nasruddin menegaskan. Ia menyebut capaian tersebut akan menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas jangkauan layanan literasi yang merata di seluruh wilayah Jakarta.
Untuk mendorong minat baca, Dispusip menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk memberdayakan Karang Taruna di tingkat kelurahan. Sinergi ini diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara maksimal.
Sejumlah rumah susun (rusun) di Jakarta juga telah dilengkapi dengan perpustakaan atau pojok baca. Fasilitas ini disediakan untuk memastikan penghuni memiliki akses literasi yang memadai tanpa harus keluar dari lingkungan tempat tinggal mereka.
âKami melakukan perawatan dan pengelolaan secara rutin dan berkelanjutan agar perpustakaan tidak hanya ada secara fisik, tapi juga benar-benar berfungsi,â tutup Nasruddin.
Upaya ini sejalan dengan visi Pemprov DKI Jakarta dalam membangun kota yang berpengetahuan dan melek literasi. Kehadiran ribuan titik baca diharapkan dapat menumbuhkan budaya membaca sejak dini, mengurangi kesenjangan akses informasi, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Ibu Kota.
- Budaya Literasi
- Dispusip DKI Jakarta
- Titik Baca
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
CEO TelkomGroup Tinjau Kesiapan Infrastruktur dan Layanan Digital Jelang Idulfitri
-
Raker Komisi VIII DPR dgn 3 Menteri
-
Menteri Pertahanan Inggris Terbang ke Siprus Redakan Ketegangan terkait Serangan Drone di Pangkalan Jet Tempur Typhoon
-
Novelis Dewi Lestari Bersama Bank Indonesia Bangun Literasi
-
Rekor Buruk Membayangi Liverpool di Kandang Galatasaray
-
Kepala Daerah Wajib Catat! Ini 6 Kebijakan Sakti Wamendagri untuk Dongkrak Minat Baca
-
Presiden Prabowo Undang Jurnalis dan Pakar ke Hambalang, Bahas Isu Terkini Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.