Antonelli Raih Kemenangan Kelima Beruntun di Grand Prix Monaco yang Penuh Insiden

Senin, 08 Jun 2026, 07:46 WIB

MONTE CARLO — Pembalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, semakin mengukuhkan posisinya di puncak klasemen Formula 1 setelah meraih kemenangan meyakinkan dalam balapan penuh drama di Monaco Grand Prix, Minggu (7/6) malam WIB.

Pembalap Italia berusia 19 tahun itu tampil tenang dan tanpa kesalahan untuk finis terdepan, unggul 6,271 detik atas rival terdekatnya, Lewis Hamilton dari Ferrari. Kemenangan tersebut menjadi yang kelima secara beruntun musim ini, sebuah pencapaian yang terakhir kali dilakukan pembalap Italia oleh Alberto Ascari pada tahun 1952.

Ket. Foto: Kimi Antonelli. — Sumber: AFP

Hasil itu sekaligus memperlebar keunggulan Antonelli menjadi 66 poin atas Hamilton dalam perburuan gelar juara dunia.

“Mobil kami luar biasa hari ini,” kata Antonelli usai menjadi pemenang termuda dalam sejarah balapan paling bergengsi di kalender Formula 1 tersebut.

“Ini hari yang luar biasa. Salah satu balapan ketika kami memiliki kecepatan yang sangat baik sehingga memberi saya kepercayaan diri untuk terus menekan.”

Di belakang Antonelli dan Hamilton, pembalap Red Bull, Isack Hadjar, melengkapi podium di posisi ketiga. Sementara itu, Oscar Piastri dari McLaren harus puas finis keempat.

Dua pembalap muda lainnya, Liam Lawson dan Arvid Lindblad, mencatat hasil terbaik sepanjang karier mereka dengan finis di posisi kelima dan keenam. Adapun Sergio Perez mengamankan posisi ke-10 yang menghasilkan poin perdana bagi tim baru, Cadillac Formula 1 Team.

Bagi Hamilton, finis kedua membuatnya menyamai rekor delapan podium Monaco yang sebelumnya dipegang legenda Formula 1, Ayrton Senna.

Balapan langsung menghadirkan drama sejak start. Juara dunia empat kali, Max Verstappen, mengalami kerusakan mesin saat hendak memulai lomba dan terpaksa mundur di lap pertama.

“Apa yang bisa saya lakukan?” ujar Verstappen melalui radio tim sebelum pihak Red Bull memastikan masalah tersebut berasal dari kegagalan mesin.

Itu menjadi kegagalan finis pada lap pertama yang kedelapan dalam karier pembalap Belanda tersebut.

Di sisi lain, Antonelli memanfaatkan pole position dengan sempurna. Start mulus memberinya ruang untuk memimpin tanpa tekanan dan membangun keunggulan hingga 5,4 detik pada lap ke-10.

Nasib buruk juga menimpa juara dunia bertahan, Lando Norris. Setelah kehilangan posisi pada lap pembuka, pembalap McLaren itu akhirnya harus mengakhiri balapan lebih awal akibat masalah baterai pada lap ke-46.

Antonelli tampak mengendalikan balapan dengan nyaman. Bahkan ketika memasuki pit stop kedua pada lap ke-37, ia tetap mempertahankan posisi terdepan tanpa kesulitan.

Dominasi pembalap muda Italia itu begitu jelas hingga insinyur balap Mercedes, Peter Bonington, sempat bercanda melalui radio tim.

“Kimi, fastest lap! Tidak, kita tidak membutuhkannya,” ujar Bonington.

Namun Monaco kembali menunjukkan reputasinya sebagai sirkuit yang sulit diprediksi.

Pada lap ke-60, Lance Stroll menabrak pembatas di tikungan Antony Noghes sehingga memunculkan safety car.

Balapan kembali dimulai pada lap ke-66. Saat Antonelli kembali menjauh dari kejaran Hamilton, pembalap tuan rumah Ferrari, Charles Leclerc, mengalami kecelakaan di lokasi yang sama.

“Saya tidak merasa itu kesalahan saya. Rasanya seperti tidak memiliki rem belakang sama sekali,” kata Leclerc.

Insiden tersebut mengangkat Hadjar ke posisi ketiga, sebelum balapan kembali dihentikan dengan red flag kedua akibat kerusakan pembatas lintasan.

Setelah jeda sekitar 40 menit, lomba dilanjutkan dengan standing start. Antonelli kembali menunjukkan ketenangannya dengan mempertahankan posisi terdepan saat lampu hijau menyala.

Di belakangnya, Hamilton tetap berada di posisi kedua, sementara George Russell yang sempat berada di urutan ketiga harus menjalani hukuman drive-through karena tidak menjalankan penalti waktu sebelumnya dengan benar. Hukuman itu membuat pembalap Mercedes tersebut melorot ke posisi ke-14.

Meski balapan dipenuhi kecelakaan, penalti, dan beberapa penghentian lomba, Antonelli tidak pernah kehilangan kendali. Ia akhirnya melintasi garis finis sebagai pemenang untuk mempertegas statusnya sebagai kandidat terkuat juara dunia musim ini.

Kemenangan kelima beruntun itu tidak hanya memperbesar keunggulannya di klasemen, tetapi juga semakin mengukuhkan Antonelli sebagai bintang baru Formula 1 yang tengah bersinar terang di musim 2026.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.