Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tapanuli Selatan Wajibkan 20 Persen Dana Desa untuk Ketahanan Pangan

📅 Jumat, 08 Agu 2025, 01:01 WIB | Oleh:
Tapanuli Selatan Wajibkan 20 Persen Dana Desa untuk Ketahanan Pangan Doc: ANTARA/HO- Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan
Ket. Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu memberikan arahan di acara rapat koordinasi dengan seluruh kepala desa/lurah dalam rangka mewujudkan program ketahanan pangan nasional, di Sipirok, Kamis (7/8).

MEDAN - Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menegaskan bahwa 20 persen dana desa di wilayahnya wajib dialokasikan untuk program ketahanan pangan. Kebijakan ini selaras dengan regulasi nasional dan menjadi strategi utama menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di pedesaan.

"Ketahanan pangan bukan saja prioritas pusat, akan tetapi ini juga program super prioritas kabupaten," ujar Gus Irawan dalam rapat koordinasi ketahanan pangan desa/kelurahan di Sipirok, Kamis.

Menurutnya, regulasi 20 persen dana setiap desa untuk menyiapkan program ketahanan pangan tersebut, diatur dalam Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 2 Tahun 2024 dan Keputusan Mendes PDTT Nomor 3 Tahun 2025.

Lebih lanjut, ia mengatakan, sebagian besar desa yang sudah mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) 2025 sudah menyesuaikan alokasi dana desanya demi optimalisasi program ketahanan pangan.

Bupati berharap dari program tersebut dapat berdampak nyata dalam menurunkan angka kemiskinan, pengangguran, dan kelaparan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

"Mengingat lebih 60 persen masyarakat Tapanuli Selatan bergantung hidup dari pertanian. Untuk itu, mari kita sungguh-sungguh agar program ketahanan pangan ini berjalan sukses," kata dia.

Gus Irawan menambahkan agar program itu sukses, seluruh kepala desa/lurah di Tapanuli Selatan tetap melakukan koordinasi, serta camat harus mendukung aktif melalukan monitor dan evaluasi, agar kabupaten bisa memberi solusi bila ada kendala.

Selain rapat koordinasi, para kepala desa/lurah mengikuti sosialisasi program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan tujuan dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.