Shelton Taklukkan Khachanov untuk Raih Gelar ATP Masters Perdana di Toronto
📅 Jumat, 08 Agu 2025, 11:12 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
TORONTO, KANADA – Ben Shelton menorehkan sejarah sebagai petenis Amerika Serikat pertama dalam lebih dari dua dekade yang menjuarai turnamen ATP Masters 1000 di Kanada. Petenis 22 tahun itu mengalahkan Karen Khachanov 6-7(5), 6-4, 7-6(3) dalam laga final Toronto, Jumat (8/8).
Kemenangan ini mengantarkan Shelton naik satu peringkat ke posisi keenam dunia, melewati 24 kali juara Grand Slam, Novak Djokovic.
"Rasanya luar biasa, seperti mimpi," ujar Shelton, yang menjadi juara AS pertama di Kanada sejak Andy Roddick pada tahun 2003. "Pekan ini terasa panjang, jalannya ke final tidak mudah. Tapi tenis terbaik saya justru keluar di momen-momen yang paling penting."
Kemenangan dalam laga berdurasi dua jam 45 menit itu menggagalkan ambisi unggulan ke-11 Khachanov untuk meraih gelar Masters keduanya, enam tahun setelah sukses di Paris Bercy 2018.
Meski otot paha kanannya dibebat ketat dan sesekali terlihat kesakitan, Shelton tampil dominan di tiebreak set ketiga. Ia langsung unggul 3-0, kemudian 5-2, sebelum menutup laga pada match point kedua untuk meraih gelar terbesar sepanjang kariernya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan servis kidalnya yang mematikan, Shelton mencatat 16 ace dan membangun kebangkitan penuh emosi. Padahal, di set pertama ia sempat kehilangan servis dan tertinggal 3-4. Shelton berhasil mematahkan servis Khachanov untuk menyamakan kedudukan 5-5, tetapi petenis Rusia itu akhirnya menutup set pembuka 7-6 setelah menyelamatkan tiga set point pada gim ke-12 dan menuntaskannya lewat volley winner yang tak terjangkau.
Laga sempat terganggu di set kedua akibat gangguan sistem pemanggilan garis otomatis. Pada gim kelima, suara sistem mati, membuat pemain bingung menentukan bola masuk atau keluar. Setelah diskusi enam menit, pertandingan dilanjutkan dengan Khachanov unggul 3-2.
Namun, dorongan semangat dari ayah sekaligus pelatihnya, Bryan Shelton, membuat Ben merebut break penting untuk unggul 5-4. Ia kemudian menyelamatkan empat break point di gim berikutnya sebelum mengamankan set kedua.
Sebaiknya Anda baca juga:
Begitu memastikan kemenangan, Shelton berlari naik ke tribune untuk memeluk sang ayah, mantan petenis ATP.
"Saya tampil clutch, bertahan di tekanan, ini luar biasa. Saya mengembangkan kualitas yang berguna, bukan hanya di tenis, tapi juga di hidup," kata Shelton. "Karen menekan saya habis-habisan, seperti kereta barang yang menghantam. Bola-bolanya datang begitu cepat, tapi saya bisa mengubah arah dan membalik momentum."
Toronto menjadi gelar ketiga Shelton di tingkat ATP setelah menjuarai Tokyo (2023) dan Houston (2024).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!