Paus Kritik Upaya Basi-basi Pencegahan Nuklir Global

Jumat, 08 Agu 2025, 01:00 WIB

Senjata Pemusnah Massal

Paus Kritik Upaya Basi-basi Pencegahan Nuklir Global

Ket. Foto: Paus Leo XIV menyampaikan berkatnya dalam audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Rabu (6/8). — Sumber: AFP/ Filippo MONTEFORTE

VATIKAN - Paus Leo XIV pada Rabu (6/8) mengkritik "keamanan ilusi" dari sistem pencegahan nuklir global, dalam seruannya pada peringatan 80 tahun dijatuhkannya bom atom di Kota Hiroshima, Jepang, oleh Amerika Serikat (AS) yang mengakhiri Perang Dunia Kedua.

Paus kelahiran AS itu mengatakan dalam audiensi mingguan bahwa kehancuran di Hiroshima, yang menewaskan sekitar 78.000 orang seketika, seharusnya menjadi peringatan universal terhadap kehancuran yang disebabkan oleh senjata nuklir.

"Saya berharap bahwa di dunia kontemporer, yang ditandai dengan ketegangan yang kuat dan konflik berdarah, keamanan ilusif yang didasarkan pada ancaman penghancuran bersama akan digantikan oleh praktik dialog," kata Paus.

Dalam pesan peringatan 80 tahun pengeboman Hiroshima, Paus Leo juga mendesak masyarakat internasional untuk memperbarui komitmennya dalam mengejar perdamaian abadi bagi seluruh umat manusia.

“Senjata nuklir menyinggung kemanusiaan kita bersama dan mengkhianati martabat ciptaan, yang harmoninya harus kita jaga,” kata Paus Leo dalam pesan yang ditujukan kepada Uskup Alexis Shirama dari Hiroshima, saat perayaan Misa Perdamaian di Hiroshima.

Gereja Katolik selama beberapa dekade memberikan penerimaan diam-diam terhadap sistem pencegahan nuklir yang berkembang dalam Perang Dingin, namun pendahulu Paus Leo yaitu mendiang Paus Fransiskus, mengubah ajaran Gereja untuk mengutuk kepemilikan senjata nuklir.

Fransiskus, yang wafat pada April setelah 12 tahun menjabat sebagai Paus, juga sangat mendukung perjanjian PBB untuk melarang senjata nuklir, yang secara resmi mulai berlaku pada tahun 2021 tetapi belum mendapat dukungan dari negara mana pun yang memiliki senjata nuklir.

Pernyataan Paus Leo tersebut disampaikan beberapa jam setelah perwakilan dari 120 negara, termasuk AS, menghadiri upacara tahunan di Hiroshima untuk memperingati bom atom.

Di antara mereka yang menghadiri upacara tersebut adalah delegasi uskup Katolik dari Jepang, Korea Selatan dan AS termasuk Kardinal Blase Cupich dari Chicago dan Robert McElroy dari Washington DC.

"Kami mengutuk keras semua perang dan konflik, penggunaan dan kepemilikan senjata nuklir, serta ancaman penggunaan senjata nuklir," kata para uskup dalam pernyataan bersama pada Rabu.

Pada 6 dan 9 Agustus 1945, militer AS menjatuhkan bom atomdi Kota Hiroshima dan Nagasaki yang menewaskan antara 150.000 dan 246.000 orang. Paus Leo mengatakan bahwa kedua kota tersebut tetap menjadi pengingat hidup akan kengerian mendalam yang ditimbulkan oleh senjata nuklir.

Saat mengungkapkan rasa hormatnya kepada para penyintas (hibakusha) yang kisahnya, menurut Paus merupakan panggilan tepat waktu bagi kita semua untuk membangun dunia yang lebih aman dan memupuk iklim damai.

Paus pun yang berulang kali disampaikan pendahulunya, mengatakan bahwa perang selalu merupakan kekalahan bagi umat manusia dan mencatat bahwa perdamaian sejati menuntut peletakan senjata secara berani, terutama yang memiliki kekuatan untuk menyebabkan bencana yang tak terlukiskan.

“Senjata nuklir menyinggung kemanusiaan kita bersama dan juga mengkhianati martabat ciptaan, yang harmoninya harus kita jaga,” tegas dia. “Kita harus menempa etika global yang berakar pada keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama,” pungkas pemimpin Gereja Katolik Roma Dunia itu. SB/ST/VaticanNews/I-1

  • Paus Leo XIV

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.