Kambing Penggembalaan Jadi Garis Depan Pencegahan Kebakaran Hutan di Catalonia

Jumat, 08 Agu 2025, 17:30 WIB

JAKARTA - Di Catalonia utara, kawanan kambing sekitar 300 ekor digiring sepanjang pinggiran hutan untuk memangsa semak kering dan menciptakan jalur pemisah alami yang menghambat penyebaran api, bagian dari program percontohan yang dijalankan di kota Mataró dan didukung oleh dana Uni Eropa. Proyek ini menempatkan penggembala nomaden dan kawanan berpindah sebagai alat mitigasi kebakaran yang dipadukan dengan upaya pencegahan lainnya di wilayah Montnegre, dan telah menarik perhatian otoritas setempat karena hasilnya yang menjanjikan.

“Proyek ini berhasil dan akan ‘tetap dipertahankan’,” ujar salah satu penggembala.

Ket. Foto: — Sumber: Reuters

Kambing dipilih karena nafsu makannya yang tinggi dan kemampuan memakan vegetasi berduri atau tanaman invasif yang sulit diolah mesin, sehingga efektif membersihkan bahan bakar alami yang mudah terbakar dan membentuk firebreak biologis. Praktik tradisional ini kembali diminati karena menawarkan solusi berkelanjutan yang mengurangi ketergantungan pada alat berat sekaligus menambah fungsi agrikultur lokal seperti produksi susu dan keju.

“Apa yang awalnya tampak sebagai kelemahan justru menjadi kekuatan utama kami,” ujarnya

Operasional harian dipimpin oleh penggembala seperti Francesc Teixidó dan Pedro Alba yang mengombinasikan kawanan mereka, menggunakan anjing pekerja untuk mengarahkan gerak kambing, memanfaatkan titik-titik penjagaan portabel dan memerah susu di lokasi berpindah; skema pembiayaan berasal dari pembayaran oleh beberapa pemerintahan kota dan pembuat keju yang menghargai kualitas susu dari hewan yang merumput bebas. Meski demikian, para penggembala juga harus berhadapan dengan birokrasi pajak dan peraturan kesehatan yang menambah beban administratif meskipun hasil ekonomis dan lingkungan program dianggap positif.

“Jika dihitung berdasarkan jam kerja, ini tidak sebanding,” ujar salah satu penggembala, menggambarkan bahwa motivasi mereka lebih pada cara hidup dan pengelolaan lahan berkelanjutan ketimbang keuntungan finansial semata.

Data regional menunjukkan bahwa jumlah titik kebakaran di Catalonia menurun pada musim panas terakhir meski wilayah itu memasuki tahun ketiga kekeringan parah dan pejabat menilai langkah pencegahan termasuk pembersihan vegetasi dengan ternak membantu menurunkan risiko penyebaran. Selain fungsi pencegahan, kawanan kambing ini juga menghasilkan produk susu dengan cita rasa musiman khas dan kandungan lemak serta protein yang dihargai oleh pengrajin keju setempat, menambah nilai ekonomi bagi komunitas yang terlibat dalam hal tersebut.

Kesuksesan program percontohan kambing penggembalaan di Mataró menunjukkan potensi solusi tradisional yang adaptif terhadap perubahan iklim, namun juga menegaskan perlunya dukungan kebijakan untuk menanggulangi hambatan administratif dan memastikan keseimbangan antara konservasi, keselamatan publik, dan mata pencaharian penggembala. Upaya serupa di beberapa wilayah lain termasuk penggunaan kuda liar di Galicia memperlihatkan bahwa integrasi budaya pastoral lama ke dalam strategi modern dapat menjadi bagian penting dari toolkit nasional dan regional untuk menanggulangi kebakaran hutan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.