IHSG Menguat, Namun Arus Dana Asing Belum Terjamin Berkelanjutan
📅 Jumat, 08 Agu 2025, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Jumat (8/8) menguat 43,21 poin atau 0,58 persen ke level 7.533,39.
Kenaikan ini didorong oleh optimisme pasar terhadap potensi kembalinya aliran dana investor asing (capital inflow) ke pasar modal domestik, seiring membaiknya sentimen global dan prospek ekonomi nasional.
Pergerakan positif tersebut mencerminkan keyakinan pelaku pasar terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia serta peluang penguatan aset berisiko di tengah ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter di sejumlah negara.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,69 poin atau 0,34 persen ke posisi 792,88.
"Penguatan indeks antara lain dipicu oleh masuknya beberapa saham ke dalam indeks MSCI pada review kuartalan bulan Agustus 2025. Hal ini menimbulkan optimisme akan potensi masuknya kembali aliran dana investor asing ke pasar modal Indonesia," ujar Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari dalam negeri, selama pekan ini pelaku pasar memperhatikan rilis data-data perekonomian dalam negeri, diantaranya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 yang tercatat sebesar 5,12 persen year on year (yoy).
Lalu, data cadangan devisa Indonesia periode Juli 2025 yang tercatat sebesar 152 miliar dolar AS, dari sebesar 152,6 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.
Kemudian, data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2025 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 118,1, atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 117,8.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari mancanegara, tarif resiprokal yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai berlaku pada Kamis (7/8), dan berdampak terhadap puluhan negara mitra dagang AS.
Impor dari hampir 200 negara saat ini dikenakan bea masuk ke AS sebesar 10-50 persen, dengan mitra dagang utama AS seperti Uni Eropa, Jepang dan Korea Selatan menghadapi tingkat tarif baru sebesar 15 persen.
Di sisi lain, pelaku pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS The Fed sebesar 25 basis poin mencapai 95 persen pada pertemuan FOMC 16-17 September 2025, dan sebesar 68 persen pada pertemuan berikutnya yang dijadwalkan pada 28-29 Oktober 2025.
IHSG dibuka menguat, betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 2,29 persen, diikuti oleh dan sektor energi dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik sebesar 2,28 persen dan 0,82 persen.
Sedangkan lima sektor terkoreksi yaitu sektor teknologi turun paling dalam sebesar 2,60 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor barang baku yang masing-masing turun sebesar 0,41 persen dan 0,21 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!