Banjarbaru Diminta Ambil Langkah Cepat Mengantisipasi Karhutla

Jumat, 08 Agu 2025, 02:34 WIB

JAKARTA – Agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak semakin meluas, Kota Banjarbaru mesti mengambil langkah cepat untuk mengantisipasinya. 

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pemerintah daerah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mengambil langkah-langkah cepat mengantisipasi agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota itu tidak terus meluas.

Ket. Foto: Kebakaran hutan — Sumber: ist

“Banjarbaru adalah ring satu karena berada di kawasan bandara. Karhutla di kota ini sudah mencapai 96 hektare, terluas nomor satu dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel,” kata Hanif dalam kunjungan kerja Pengendalian Karhutla 2025 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis. 

Ia menekankan bahwa karhutla yang meluas ini menjadi peringatan agar para pemangku kepentingan di daerah itu mengambil langkah-langkah cepat untuk mengantisipasi karhutla tidak meluas.  “Apalagi Banjarbaru adalah ibu kota Provinsi Kalsel, orang luar daerah akan menilai Kalsel dari situasi dan kondisi di Banjarbaru,” ungkap Hanif.

Karena karhutla mulai meluas, Menteri LH meminta daerah ini melakukan penanganan yang lebih optimal, karena sebagai pusat ibu kota provinsi seharusnya bisa mengubah cara-cara penanggulangan bencana yang lebih baik.

Hanif juga menekankan Kota Banjarbaru jangan sampai menyumbang kabut asap akibat karhutla yang tidak terkendali, sebagai pusat kota maka wajib tidak boleh ada pencemaran lingkungan karena kabut asap. 

Sementara itu, Gubernur Kalsel Muhidin menyebutkan luas karhutla di provinsi ini telah mencapai 155 hektare dan terdapat 1.957 titik api, sehingga ditetapkan status siaga darurat karhutla pada Senin (4/8).

“Luas karhutla ini menjadi peringatan keras agar jangan sampai lengah. Satgas Karhutla agar tiap lembaga melakukan mitigasi dan respons cepat dengan kolaborasi. Saya tegaskan siapapun yang membuka lahan dengan cara membakar akan ditindak tegas baik individu maupun perusahaan,” ujar Muhidin.

Selain itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq juga memberi perhatian serius terhadap luasan lahan gambut yang dimiliki Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menghadapi potensi kebakaran karhutla.

"Mengingat karakteristik Kalimantan Tengah ini perlu mendapat perhatian serius, sekitar 30 persennya adalah lahan gambut, sehingga harus hati-hati dalam penanganannya," kata Hanif di Palangka Raya, Kamis.

Hal itu dia sampaikan di sela rapat koordinasi bersama jajaran Pemprov Kalteng, turut dihadiri Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Suharyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dan lainnya.

Dipaparkan, luas Kalteng sekitar 15,3 juta hektare dan di antaranya terdapat 4,6 juta hektare lebih lahan gambut atau sekitar 30,44 persen. Lahan gambut ini tersebar di 12 kabupaten/kota dan yang terluas adalah Katingan mencapai 1,1 juta hektare lebih.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.