Perkuat Sinergi Data untuk Ketahanan Energi

Rabu, 06 Mei 2026, 01:00 WIB

Dengan kolaborasi antarlembaga, pemanfaatan energi terbarukan seperti tenaga surya dapat dioptimalkan, risiko operasional dapat diminimalkan, dan kemandirian energi diperkuat.

Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat kolaborasi pemanfaatan data cuaca dan maritim guna mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong percepatan pengembangan energi terbarukan, khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Ket. Foto: CORE Indonesia - Momentum lonjakan harga energi global akibat konflik geopolitik perlu dimanfaatkan untuk mempercepat investasi energi terbarukan. — Sumber: istimewa

Seperti dikutip dari Antara, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Migas, Satya Hangga Yudha Widya Putra, menekankan pentingnya sinkronisasi data lintas lembaga untuk meningkatkan efisiensi sektor energi dan mempercepat transisi menuju energi bersih.

"Kolaborasi ini untuk memberikan dukungan data yang akurat bagi kontraktor kontrak kerja sama, mempercepat transisi energi, serta menjaga kedaulatan energi nasional melalui penggunaan data Merah Putih," ujarnya di Jakarta, Selasa (5/5).

Ia menjelaskan, data meteorologi dan maritim dari BMKG seperti potensi radiasi matahari, kecepatan angin, curah hujan, gelombang laut, hingga aktivitas petir sangat penting untuk mendukung operasional sektor energi, termasuk dalam perencanaan dan pengembangan pembangkit energi baru terbarukan.

Dalam konteks ini, pengembangan PLTS menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Indonesia dinilai memiliki potensi energi surya yang besar dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Pemerintah menargetkan kapasitas PLTS mencapai 100 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan, meningkat tajam dari kapasitas saat ini yang masih sekitar 1,5 GW. Selain itu, program dedieselisasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) juga terus didorong dengan mengganti pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi PLTS yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Upaya ini diharapkan tidak hanya menekan biaya energi, tetapi juga memperluas akses listrik bagi masyarakat di daerah terpencil.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat kemandirian energi melalui kebijakan biodiesel. "Campuran fatty acid methyl ester (FAME) yang saat ini berada di level 40 persen (B40) direncanakan naik menjadi 50 persen (B50) pada 1 Juli 2026," kata Hangga.

Selain itu, untuk menekan defisit LPG, pemerintah mendorong pengalihan penggunaan LPG 3 kg ke compressed natural gas (CNG) secara bertahap, mengingat Indonesia memiliki potensi gas domestik yang cukup besar.

Infrastruktur Penunjang

Dari sisi kebijakan, Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menilai momentum lonjakan harga energi global akibat konflik geopolitik perlu dimanfaatkan untuk mempercepat investasi energi terbarukan, termasuk PLTS.

“Pemerintah dapat memaksimalkan momentum krisis energi akibat perang Iran kali ini untuk mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang distribusi energi ke masyarakat,” demikian rekomendasi CORE.

CORE juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada LPG impor. Hingga saat ini, realisasi jargas masih terbatas, sehingga perlu didorong agar lebih masif.

Namun demikian, pengembangan PLTS dinilai sebagai langkah paling strategis dalam jangka panjang. Dengan dukungan teknologi, data cuaca yang presisi, serta kebijakan yang konsisten, PLTS berpotensi menjadi tulang punggung sistem energi nasional.

Kombinasi antara kolaborasi data, percepatan investasi, dan transformasi energi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi Indonesia di tengah tekanan global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Cegah Praktik Penyimpangan, Polda Papua Barat Kawal Distribusi Bantuan Pangan

Tanggulangi DBD, Program Wolbachia Mulai Diterapkan di Cengkareng

Harga Cabai Rawit Rp70.450/Kg, Telur Ayam Rp29.350/Kg

Sangat Menginspirasi! Ading Suhana Punya Cara Unik Selamatkan Hutan: Ajak Warga Tanam dan Budidaya Durian

Jumlah Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan di Parigi Moutong Mencapai 1.400 Ha

Jelang Kompetisi 2026–2027, Madura United Lakukan Pemusatan Latihan di Yogyakarta

Indonesia-Tiongkok Dorong Penyelesaian Kode Etik Laut Tiongkok Selatan

Tak Berizin, Kepolisian Resor Bangka Barat Hentikan Tambang Liar Bijih Timah di Kadur

Pemkab Pamekasan Kirim Bantuan Air Bersih ke Desa-desa Terdampak Kekeringan

Kabar Duka, Sineas Imam Tantowi Meninggal Dunia pada Usia 80 Tahun

BPBD Kotim: Kondisi Medan Buat Mobilisasi Personel Maupun Peralatan Pemadam Jadi Lebih Sulit

Wujud Kepedulian Sesama, BKKP Berikan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif

BMKG Prakirakan Sejumlah Wilayah di Indonesia Diguyur Hujan Ringan pada Sabtu (22/8)

Wamenko Bidang Pangan Tinjau Karhutla Kalteng, Simbol Kehadiran Pemerintah

Jangan Lupa Bawa Payung! BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Sabtu

Wamenko Pangan Tinjau Karhutla di Kalteng, Pemerintah Tegaskan Komitmen dalam Tangani Kebakaran

Jangan Cuma di Rumah! Ini 5 Rekomendasi Akhir Pekan di DKI, Ada Pameran Menarik

Berikut Lokasi SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya pada Sabtu (22/8)

Singasari Expo IV Tahun 2026, Momentum Perkuat UMKM & Pelestarian Budaya Badung

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.