Aksi Demo di Kota Yogyakarta Cenderung Kondusif, Bakesbangpol: Karena Pesertanya Berpendidikan Tinggi

Jumat, 08 Agu 2025, 17:20 WIB

YOGYAKARTA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Yogyakarta mencatat bahwa aksi-aksi unjuk rasa yang terjadi di wilayahnya selama ini cenderung berlangsung damai dan minim gejolak sosial. Salah satu faktor utama, menurut Bakesbangpol, adalah latar belakang pendidikan peserta aksi yang umumnya berasal dari kalangan terdidik.

“Alhamdulillah di Yogyakarta demonya itu damai dan kondusif karena yang demo berpendidikan tinggi. Di Yogya alhamdulillahnya seperti itu,” ujar Kepala Bakesbangpol Kota Yogyakarta, Nindyo Dewanto, di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (8/8).

Ket. Foto: Kepala Bakesbangpol Kota Yogyakarta Nindyo Dewanto. — Sumber: (ANTARA/Luqman Hakim)

Sepanjang tahun 2024, Bakesbangpol mencatat terdapat 124 kali unjuk rasa di Kota Yogyakarta, menjadikannya sebagai wilayah dengan intensitas demonstrasi tertinggi di DIY. Sebagai perbandingan, unjuk rasa di kabupaten lain jauh lebih sedikit: Kulonprogo dan Gunungkidul masing-masing dua kali, Bantul sepuluh kali, dan Sleman empat puluh kali.

Lebih lanjut, Nindyo menjelaskan bahwa mayoritas tema unjuk rasa tidak berkaitan langsung dengan kebijakan daerah, melainkan isu-isu nasional.
“Kalau kita lihat data statistik, dari 124 kali unjuk rasa ini, hanya 15 kali yang terkait dengan kebijakan kota, atau kebijakan daerah. Jadi dari 124, sebanyak 108 itu terkait kebijakan nasional,” ungkapnya.

Ia menilai Kota Yogyakarta selama ini lebih berfungsi sebagai panggung penyampaian aspirasi kepada pemerintah pusat, terutama oleh kalangan mahasiswa. Meski frekuensinya tinggi, aksi-aksi tersebut tidak sampai mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi kota.
“Artinya, resistensi terhadap rencana ada demo itu enggak terlalu memengaruhi kehidupan di Kota Yogyakarta. Selama ini normal-normal saja,” ujar Nindyo.

Karakter peserta demo, menurut Nindyo, juga menjadi faktor penting.
“Mereka adalah adik-adik yang terdidik secara intelektual sehingga bisa melihat mana yang produktif, mana yang kontraproduktif,” jelasnya.

Kesadaran terhadap dampak sosial seperti kemacetan atau keresahan warga juga menjadi pertimbangan para peserta aksi.
“Mereka paham kalau demo memicu macet, menyebabkan keributan malah dihujat oleh orang lain. Ini yang sebenarnya adik-adik, teman-teman ini sudah tahu hal itu,” tambahnya.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Bakesbangpol terus menjalin koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Polres, Kodim, BAIS, dan unsur intelijen lainnya.
“Kolaborasi antara Kasbangpol dengan tim-tim dari Bakesbang ini sangat harus matang, dijalankan dengan Polres, dengan Kodim, dengan BAIS. Kami juga punya tim terkait dengan ini,” tutupnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.