LPS: Bonus Demografi Bisa Angkat Ekonomi RI atau Jadi Ancaman?
Kamis, 07 Agu 2025, 17:59 WIBSURABAYA - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia merupakan salah satu aset strategis dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.Â
Dengan dominasi penduduk usia produktif, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional, mendorong pertumbuhan investasi, serta menciptakan inovasi di berbagai sektor.
Namun, Purbaya juga menggarisbawahi bahwa potensi tersebut hanya dapat dioptimalkan jika ditopang oleh kebijakan yang tepat, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, serta penciptaan lapangan kerja yang inklusif. Ia menilai, tanpa perencanaan dan pengelolaan yang matang, bonus demografi justru bisa menjadi beban sosial dan ekonomi.Â
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan menjadi kunci untuk memastikan potensi ini benar-benar memberi dampak positif bagi perekonomian Indonesia dalam jangka panjang.
"Indonesia juga harus optimis, terlebih dengan bonus demografi," katanya dalam LPS Financial Festival di Surabaya, Jatim, Kamis (7/8).
Demografi Indonesia saat ini didominasi oleh kelompok muda yaitu generasi milenial, Z, dan Alpha yang bahkan lebih dari 60 persen populasi pada 2023 berada dalam kelompok usia produktif yaitu 15 sampai 64 tahun dengan generasi milenial dan Z menyumbang hampir setengah dari total populasi.
Menurut Purbaya, generasi muda tersebut yang akan menjadi penggerak utama ekonomi nasional termasuk melalui konsumsi.
"Risiko global selalu ada, kita tidak perlu khawatir tapi harus tetap waspada. Ekonomi nasional kuat dan berdaulat, bertumpu pada kuatnya domestic demand dan bonus demografi," katanya.
Ia menjelaskan untuk saat ini saja ekonomi Indonesia berasal dari besarnya domestic demand yaitu mencapai 62,53 persen kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada kuartal II 2025 yakni terdiri dari konsumsi rumah tangga, lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT), dan pemerintah.
Sementara untuk pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) pada kuartal II 2025 juga relatif pesat yaitu 6,99 persen secara tahunan sehingga cukup mengimbangi kontraksi pengeluaran pemerintah.
"Total kontribusi domestic demand yang besar akan dapat meredam gejolak eksternal," ujar Purbaya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Djokovic Menang Mudah di Athena, Rasakan Dukungan “Rumah Kedua”
-
SEA Games 2025: Indonesia Kukuh di Urutan Kedua Klasemen Medali
-
Wilayah Tangerang Diguyur Hujan Es, Warga Diimbau Waspada
-
Waduh! 80 Persen Penduduk RI Belum Bankable
-
Program Transmigrasi Dinilai Wamentrans Jadi Instrumen Kesejahteraan
-
Tiongkok Merespons Tudingan telah Mengunci Radar Tembakan ke Jet Tempur Jepang
-
Pascainsiden Terra Drone: DPRD DKI Desak Gulkarmat Wajib Terlibat dalam Semua Izin Gedung Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.