Cianjur Fokus Mengatasi Bencana Banjir yang Merusak 26 Rumah
Kamis, 07 Agu 2025, 00:55 WIBCIANJUR â Warga Cianjur baru saja menjadi korban terjangan banjir. Sedikitnya 26 rumah rusak. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur terpaksa menurunkan alat berat untuk mengatasi dampak banjir dan longsor di Desa Batulawang Kecamatan Cipanas.
"Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menurunkan alat berat, sementara warga masih berupaya membuka kembali akses jalan yang tertutup longsor dengan alat manual," kata Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Kusmanawijaya di Cianjur, Rabu.
Dia menjelaskan, banjir bandang dan longsor terjadi akibat saluran air di atas perkampungan tidak berfungsi dengan baik, sehingga saat hujan turun deras membuat air bah merendam perkampungan.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana alam yang terjadi, namun dua kepala keluarga terdiri atas sembilan jiwa mengungsi karena rumah mereka rusak berat akibat banjir disertai longsor yang terjadi Rabu petang," katanya.
Sedangkan puluhan kepala keluarga lainnya masih bertahan di rumahnya masing-masing karena air yang sempat mengenangi rumah disertai lumpur cepat surut, namun warga diminta tetap waspada dan segera mengungsi ketika hujan kembali turun terutama saat malam hari.
BPBD langsung mengirim petugas guna melakukan penanganan cepat, termasuk melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terancam termasuk membantu warga membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir. "Kami sudah mengirim petugas dan relawan ke lokasi selain melakukan pendataan juga melakukan penanganan cepat termasuk membantu warga membersihkan rumah dari lumpur sisa banjir," katanya.
Tidak hanya merendam puluhan rumah warga, banjir bandang disertai longsor memutus akses jalan penghubung antar desa, sehingga aktivitas warga terhambat karena landasan jalan tertutup material tanah setinggi satu meter.
Camat Cipanas Firman Edi mengatakan, puluhan kepala keluarga sempat mengungsikan anggota keluarganya ke tempat yang dinilai aman, namun saat petang sudah kembali ke rumah guna membersihkan lumpur sisa banjir, sedangkan dua kepala keluarga mengungsi ke rumah saudaranya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir disertai longsor itu, namun dua rumah rusak berat dan dari 26 rumah terendam 12 diantaranya rusak ringan.
Banjir dan longsor juga menutup akses jalan penghubung antardesa yang saat ini masih dalam proses penanganan bersama. "Kami sudah melaporkan hal tersebut ke Pemkab Cianjur dan dinas terkait, agar segera dikirim bantuan untuk warga termasuk alat berat untuk membuka kembali akses jalan penghubung antardesa agar aktivitas warga kembali berjalan," katanya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
McLaren Awali Musim F1 2026 dengan Pendekatan Bertahan, Stella Akui Ferrari dan Mercedes Unggul
-
ILO dan Pemerintah Kota Banda Aceh Jalin Kolaborasi untuk Perkuat UMKM dan Dukung Program Kota Parfum
-
Kementan Siapkan Jurus Jitu Lawan Kemarau 2026: Petani Tak Perlu Panik, Pompanisasi dan Pupuk Aman
-
Penanganan Kepadatan Logistik Jadi Fokus di Pelabuhan Ketapang
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini, Selasa (21/4) Jakarta Bakal Dilanda Hujan Siang dan Malam
-
DPKP Kalsel Perkuat Pengendalian Hama untuk Jaga Produksi Padi
-
Puncak Bogor Ditata Besar-besaran, Pemerintah Prioritaskan Destinasi Wisata Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.