Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Laut Aneh Ini Tak Punya Pantai, Jadi Rumah Monster Sampah dan Satwa Terancam Punah

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 08:30 WIB | Oleh:
Laut Aneh Ini Tak Punya Pantai, Jadi Rumah Monster Sampah dan Satwa Terancam Punah Doc: Istimewa

JAKARTA - Bumi menyimpan ribuan misteri, dan salah satunya tersembunyi di tengah Samudra Atlantik, Laut Sargasso, laut yang tak memiliki satu pun pantai! 

Tidak seperti laut pada umumnya yang berbatasan dengan daratan, Laut Sargasso hanya dikelilingi arus samudra yang membentuk pusaran raksasa, menjadikannya wilayah laut satu-satunya di dunia yang terkurung di tengah lautan.

Namun, keanehan Laut Sargasso tak berhenti di situ. Laut ini diselimuti hamparan rumput laut sargassum berwarna kuning kecokelatan yang menyebarkan bau busuk. 

Ironisnya, vegetasi ini kini tercampur dengan tumpukan sampah plastik mengerikan yang dikenal sebagai North Atlantic Garbage Patch, pulau buatan manusia yang tidak diinginkan siapa pun.

Di balik penampilannya yang aneh dan seram, Laut Sargasso menyimpan signifikansi ekologis yang luar biasa. 

Wilayah ini menjadi rumah bagi berbagai spesies laut penting, dari belut langka yang berkembang biak di sana, hingga paus sperma dan paus bungkuk yang rutin bermigrasi melewatinya. 

Bahkan, hiu porbeagle dan kura-kura laut yang terancam punah sangat bergantung pada laut ini sebagai bagian dari siklus hidup mereka.

Dr. Sylvia Earle, ahli kelautan terkemuka dunia, menyebut tempat ini sebagai hutan hujan emas yang terapung, karena begitu banyak kehidupan bergantung padanya.

Laut yang tampak seperti danau raksasa di tengah samudra ini pernah muncul dalam buku harian Christopher Columbus pada 1492. 

Ia menggambarkan ketakutan para pelautnya saat melintasi hamparan rumput laut sargassum yang dianggap bisa menjebak kapal dan menyeret mereka ke dasar laut. 

Legenda ini bahkan ikut membentuk mitos Segitiga Bermuda, area misterius tempat kapal dan pesawat hilang tanpa jejak, yang letaknya berdekatan dengan Laut Sargasso.

Namun, kini, Laut Sargasso berada dalam bahaya besar.

Ancaman datang dari segala arah, kebisingan kapal, kerusakan ekosistem akibat bahan kimia, penangkapan ikan berlebihan, dan yang paling parah polusi plastik. 

Sampah terus berputar dalam pusaran arus dan berkumpul di pusat laut ini, membentuk lapisan mengerikan yang disebut para ilmuwan sebagai tugu dosa manusia terhadap alam. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.