Cianjur Dibuat Pusing Keberadaan Lutung yang Sulit Ditangkap. Ada yang Bisa Menangkap?

Rabu, 06 Agu 2025, 02:06 WIB

CIANJUR – Warga Cianjur telah dibuat puyeng keberadaan Lutung yang melukai anak-anak. Maka, Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Jawa Barat bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berusaha menangkap hewan sejenis lutung yang membuat resah warga Kampung Pasirkuyuk, Desa Girimulya, Kecamata Cibeber, Selasa.

Koordinator Lapangan Damkar Kabupaten Cianjur, Reki, Selasa, mengaku mendapat laporan dari warga terkait lutung yang tidak hanya berkeliaran di perkampungan, namun juga sempat menyerang anak-anak dan merusak atap rumah penduduk.

Ket. Foto: lutung jawa — Sumber: ist

"Kami mengirim empat orang petugas ke lokasi guna menangkap dan mengevakuasi hewan langka yang dilindungi itu, namun karena terbatasnya peralatan yang dimiliki hingga petang tadi lutung itu belum dapat ditangkap," katanya.

Pihaknya akan melanjutkan proses penangkapan dan evakuasi pada Rabu (6/8) berkoordinasi dengan petugas dari BKSDA Sukabumi dengan harapan lutung tersebut dapat dibawa ke penangkaran.

Pasalnya, ungkap dia, meski sudah dipancing dengan buah-buahan, hewan tersebut justru semakin menjauh ke dalam hutan setelah sempat merusak atap rumah warga dan melukai beberapa anak. "Kami akan berkoordinasi dengan petugas BKSDA agar lutung itu dapat segera ditangkap dan dibawa ke penangkaran karena membuat resah warga," katanya.

Lutung masuk ke perkampungan warga di Kecamatan Cibeber, menurut keterangan warga, sudah beberapa kali terjadi. Warga berharap lutung itu dapat segera ditangkap agar tidak membuat resah warga terutama anak-anak yang takut keluar rumah.

Harimau

Sementara itu, pengawasan yang dilakukan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama para mitra mengungkapkan 42 individu harimau Sumatra terpantau di wilayah bentang alam Bengkulu.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung Himawan Sasongko dalam pernyataan diterima di Jakarta, Senin, menyatakan hasil pengawasan bersama para mitra konservasi dengan kamera jebak dan patroli lapangan selama periode 2020-2025 memperlihatkan 42 individu di tiga bentang alam utama.

"Hasil ini menunjukkan bahwa kawasan Seblat masih menjadi habitat penting bagi harimau Sumatra dan satwa liar lainnya yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem," ujar dia.

Dalam survei yang dilakukan pada Maret-Mei 2025 di kawasan Seblat, tim berhasil merekam 1.860 foto kejadian dari 16 unit kamera jebak yang dipasang selama 52 hari. Rekaman tersebut menunjukkan aktivitas hewan terancam punah itu di area serta keberadaan berbagai satwa lain, seperti tapir (Tapirus indicus), gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus), macan dahan (Neofelis diardi diardi), dan berbagai satwa hutan lain.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Hasil Liga Italia: Napoli Awali Musim Serie A dengan Taklukkan Genoa 2-0, De Bruyne Sumbang Gol

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.