Apa Alasan Kota Semarang Menjadi Contoh Ruang Bersama Indonesia

Selasa, 05 Agu 2025, 01:23 WIB

SEMARANG – Apakah sudah mengerti “Ruang Bersama Indonesia” (RBI)? Lalu mengapa dan apa alasannya Kota Semarang, Jawa Tengah ditetapkan sebagai salah satu proyek percontohan nasional program RBI oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)?

"Kota Semarang ini akan kita jadikan pilot project cara kelurahan-kelurahan mewujudkan RBI," kata Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, di Semarang, Senin. Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi Unit Pelaksana Teknis Daerah (PTD) Perlindungan Perempuan dan Anak di Gedung Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Semarang, Semarang Selatan.

Ket. Foto: Ikon Kota Semarang — Sumber: ist

Dia menjelaskan bahwa RBI merupakan kelanjutan dari program Desa/Kelurahan Ramah Anak yang kini dikembangkan dengan pendekatan kolaboratif. Menurut Arifatul, RBI mengedepankan sinergi antarlembaga serta partisipasi masyarakat dalam mewujudkan ruang aman dan pemberdayaan keluarga, terutama perempuan atau anak.

Arifatul menegaskan bahwa RBI bukan program baru, melainkan penguatan dari inisiatif yang sudah ada. Tambahan dari RBI hanya satu, yaitu adanya kolaborasi, sinergi, dan kerja sama dari berbagai pihak. Sebab tidak mungkin persoalan perempuan dan anak bisa diselesaikan oleh satu kementerian saja.

Masalah perempuan dan anak harus selalu menjadi perhatian berbagai unsur.Kementerian-kementerian dan lembaga-lembaga mesti kerja sama mengatasi persoalan mereka.

Ia pun mengapresiasi semangat para pegiat dan aktivis di Kota Semarang yang dinilai kiprahnya luar biasa dalam memperjuangkan model ruang aman dan kolaboratif bagi perempuan dan anak, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di tengah tantangan zaman.

"Kota Semarang ini, perempuannya, penggiatnya, aktivisnya luar biasa. Jadi tidak salah pilihlah kalau kita menjadikan Kota Semarang sebagai pilot project," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyambut positif penunjukan tersebut dan memastikan Kota Semarang siap menjadi proyek percontohan karena telah memiliki komunitas dan kegiatan yang sejalan dengan semangat RBI.

"Kami siap menjadi pilot project karena sebenarnya sudah ada. Tinggal mendeteksi mana saja yang sudah mirip dan memperkuat kontennya," katanya. Menurut dia, keberhasilan Kota Semarang dalam menjaga toleransi dan menjalin kerja sama antarelemen masyarakat menjadi modal penting dalam implementasi RBI.

"Jadi, untuk kekerasan terhadap perempuan dan anak ini, pamongnya tidak hanya pegiat perempuan atau ASN, tapi juga tokoh-tokoh agama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.