• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tips Tingkatkan Komunikasi...

Tips Tingkatkan Komunikasi Persuasif

Senin, 04 Agu 2025, 07:36 WIB

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya baru pindah kantor dan sekarang ditempatkan di bagian sales. Tim saya memiliki target bulanan dan juga minimum target mingguan. Kemampuan utama yang harus diterapkan disini adalah komunikasi persuasif, sementara saya belum punya banyak pengalaman dalam hal ini. Mohon tips-tipsnya ya Bu, agar saya dapat meningkatkan kemampuan komunikasi persuasif.

Ket. Foto: Ilustrasi Bu Rossa — Sumber: dok Koran jakarta

Jawaban:

Komunikasi persuasif berarti menyampaikan pesan yang sifatnya membujuk orang lain yang bertujuan agar orang tersebut berubah atau terpengaruh mengikuti keinginan komunikator baik secara keyakinan maupun sikapnya.

Melakukan komunikasi persuasif bisa dikatakan “susah-susah gampang”, karena kita harus membuat orang lain yakin dengan apa yang katakan. Dengan begitu, baru mereka bisa dengan senang hati mengikutinya.

Tak jarang, penolakan pun bisa terjadi, termasuk resistensi dari mereka yang sedang kita coba persuasikan. Karenanya, perlu mengetahui bagaimana komunikasi persuasif yang baik, agar tujuan kita pun berhasil dicapai. Jika salah langkah, maka komunikasi persuasif yang kita lakukan akan jadi sia-sia.

Yuk, simak sepuluh kiat untuk meningkatkan kemampuan komunikasi persuasif yang dilansir dari Glints berikut ini.

1. Kenali dirimu sendiri

Hal pertama yang perlu diperhatikan juga dalam melakukan komunikasi persuasif adalah mengenali diri sendiri dan menyadari bagaimana level kemampuan yang kamu miliki.

Secara garis besar, ada tiga kategori dalam konteks kemampuan, yaitu profesional, kepemimpinan, dan eksekutif. Perbedaan ketiganya terletak pada apa yang kamu komunikasikan kepada audiens.

Pertama, secara profesional berarti kamu mampu melakukan komunikasi persuasif yang membuat audiens mau mendengarkan pesan yang kamu coba sampaikan. Kedua, komunikasi persuasif dalam level kepemimpinan berarti kamu mampu mengajak audiens untuk peduli tentang pesan yang kalian sampaikan. Ketiga, level eksekutif berarti komunikasi persuasif yang kamu lakukan mampu membuat audiens bertindak, atau melakukan sesuatu.

Karena itu, penting untuk mengenali diri sendiri dan caramu berkomunikasi. Jangan sungkan juga untuk terus bertanya dan meminta masukan dari orang lain.

2. Jujur, lepas dari stereotip negatif sales

Terlepas dari apa pun yang kamu tawarkan, coba selalu jujur dengan apa yang kamu katakan pada saat melakukan komunikasi persuasif.

Banyak yang menganggap “sales” dengan stereotip negatif. Entah itu barang nyatanya tidak sesuai dengan yang ditawarkan, benefit tidak sebanyak yang ditawarkan, dan lain sebagainya.

Sebisa mungkin, jelaskan apa yang kamu tawarkan dengan baik, serta apa-apa saja keunggulan sebenarnya. Persuasi tidak sama dengan “menipu”, sampai orang tersebut membuat pilihan yang sebenarnya tidak ia sukai. Coba hindarkan pikiranmu dari stereotip negatif tersebut.

Mengutip dari IFP, membangun kepercayaan dalam komunikasi adalah hal krusial. Salah satu caranya dengan membangun kredibilitas. Jadi, tunjukkan kredibilitasmu agar komunikasimu berjalan efektif.

3. Fokus bagaimana membantu orang lain

Pada saat mencoba komunikasi persuasif, fokuslah pada melihat apa kebutuhan seseorang, dan membantu mereka menghadapi hal tersebut. Coba dihilangkan fokusmu sebelumnya yang tertuju kepada bagaimana cara mereka mengikutimu.

Lihat apa tujuan, dan kebutuhan orang tersebut, serta bagaimana hal yang kamu tawarkan bisa membantu mereka. Misalnya, kamu sedang mencoba mempersuasi mereka untuk mengikuti sebuah seminar keuangan.

4. Miliki konteks yang ­berbobot

Tawarkan juga konteks dari apa yang kamu komunikasikan. Jelaskan sedetail mungkin agar lebih meyakinkan orang lain atau audiensmu.
Misalnya hal-hal rinci, hasil penelitian, pendapat ahli atau tokoh tertentu, dan sebagainya terkait apa yang kamu tawarkan. Pastikan apa yang kamu jual itu “berbobot” dan tidak bisa dianggap enteng. Jadi, komunikasi persuasif yang kamu lakukan bisa menarik lebih banyak orang.

Komunikasi persuasif perlu terus diasah dan dilatih, agar bisa mencapai tujuan yang diharapkan. Coba untuk mendengar, memahami, dan mencocokkan kebutuhan ­audiensmu. hay

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.