Sultan HB X: QRIS Dinilai Jadi Gerbang Baru Peradaban Digital Nusantara
📅 Senin, 04 Agu 2025, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
YOGYAKARTA – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan inovasi digital seperti QRIS tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran nirsentuh berbasis teknologi, melainkan juga memainkan peran strategis dalam membentuk simpul-simpul baru peradaban ekonomi.
Dengan kemampuannya menyatukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke dalam sistem keuangan digital, QRIS turut mendorong inklusi finansial sekaligus mengintegrasikan dinamika ekonomi lokal ke dalam ekosistem digital nasional.
Hal ini menandai transisi penting menuju tatanan ekonomi yang lebih adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan.
"QRIS bukan hanya kode digital. Ia adalah simpul peradaban baru. Kita sedang membangun ekosistem keuangan yang tidak saja cepat dan praktis, tetapi juga menyatu dengan denyut ekonomi lokal," kata Sri Sultan saat meresmikan peluncuran QRIS TAP sektor transportasi dan Kick Off QRIS Jelajah Indonesia 2025 di Yogyakarta, Senin (4/8).
Menurut Sultan, transformasi digital yang dijalankan di Yogyakarta tak bisa dilepaskan dari prinsip menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan pendekatan itu sebagai bentuk "kecerdasan budaya" yaitu kemampuan mengelola perubahan tanpa kehilangan jati diri.
“Kita menyebutnya sebagai bentuk dari 'kecerdasan budaya' yakni kearifan dalam mengelola perubahan tanpa kehilangan jati diri," ujar dia.
Dengan falsafah Jawa "Hamemayu Hayuning Bawana", Sultan menekankan bahwa teknologi harus memberi manfaat bagi sesama dan bukan semata soal pertumbuhan ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kesempatan itu, Sri Sultan turut mencoba langsung sistem QRIS TAP pada bus Trans Jogja sebagai simbol implementasi layanan pembayaran digital di sektor transportasi publik di DIY.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta yang turut hadir mengatakan pemilihan DIY sebagai lokasi peluncuran didasarkan pada karakter daerah yang mampu mengharmonisasi tradisi dan inovasi digital sehingga menjadi ruh dari transformasi sistem pembayaran nasional.
"Yogyakarta adalah pusat budaya yang senantiasa memancarkan keistimewaan, selaras dengan slogan kita hari ini 'QRIStimewa'. Sebagaimana filosofinya, 'hamemayu hayuning bawana', kota ini mengajarkan harmoni menjaga keseimbangan dunia dengan memadukan kearifan masa lalu dan semangat pembaharuan," ujar Filianingsih.
Digitalisasi sistem pembayaran harus mampu menyentuh masyarakat luas dan menjembatani budaya, katanya, menegaskan.
"Digitalisasi tidak hanya berbicara tentang teknologi, tapi bagaimana kita menjembatani tradisi dengan inovasi, memperkuat inklusi keuangan, dan memajukan UMKM, serta menggerakkan ekonomi hingga akar rumput," ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!