Papua Selatan Mengajak Semua Lestarikan Kekayaan Seni Budaya

Senin, 04 Agu 2025, 02:55 WIB

NABIRE – Setiap daerah memiliki kekayaan budaya. Jika tidak dilestarikan akan musnah ditelah modernisasi. Untuk itu, Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Provinsi Papua Tengah mengajak semua pihak untuk bersama-sama melestarikan seni dan budaya daerah setempat.

Ketua Komite Seni Budaya Nusantara Papua Selatan Paskalis Imadawa dalam siaran pers, Minggu, mengatakan Papua Selatan memiliki banyak warisan budaya dan seni tari, musik tradisional, ukiran, anyaman (tenun) hingga ritual adat yang menyatu dengan masyarakat.

Ket. Foto: budaya papua — Sumber: ist

"Sehingga ini menjadi tanggung jawab kami bersama untuk menjaga, melestarikan tetapi juga memajukan seni budaya Papua Selatan sebagai bagian dari kekayaan nusantara," katanya. Menurut Imadawa, semua harta yang tidak ternilai ini harus terus dilestarikan di tengah arus globalisasi dengan demikian pelestarian dan pengembangan seni dan budaya Papua Selatan dapat dilakukan dengan pola digitalisasi.

"Mari lestarikan seni dan budaya dan mewujudkan Papua Selatan sebagai ikon terbesar bagi Tanah Papua yang menjadikan budaya sebagai akar sendi kehidupan manusia," ujarnya. Dia menjelaskan, ke depan pihaknya terus berkomitmen untuk memberdayakan seniman lokal dengan memberikan ruang ekspresi dan panggung bagi karya yang dihasilkan.

"Dengan demikian generasi muda Papua Selatan akan tumbuh dengan rasa bangga dengan identitas budaya sehingga mereka bisa bermitra dengan pemerintah dalam promosi budaya," katanya lagi. Sekadar untuk diketahui Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa terpilih sebagai ketua Dewan Pengurus Wilayah Komite Seni Budaya Nusantara Provinsi Papua Selatan periode 2025-2030 dan telah dilantik pada Jumat (1/8) di Merauke.

BGN

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN), melalui satuan pelayanan pemenuhan gizi atau SPPG Papua Pegunungan mendorong dua dapur untuk menangani Makan Bergizi Gratis (MBG) 22 sekolah di Kabupaten Jayawijaya.

Ketua Kelompok SPPG-BGN Papua Pegunungan Wahyu Adi Pratama saat dihubungi di Wamena, Minggu, mengatakan saat ini pihaknya memiliki dua dapur yang mengelola MBG. “Dapur pertama itu mengelola 12 sekolah dengan jumlah siswanya 2.286 orang. Kemudian dapur kedua juga 12 sekolah dengan total siswanya yang ditangani 3.995 orang,” katanya.

Menurutnya, pada dapur pertama pendistribusian MBG terbagi dalam dua waktu yakni pukul 08.00 WIT dan 10.00 WIT. “Pendistribusian MBG pada pukul 08.00 WIT terdapat delapan sekolah dan pukul 10.00 WIT empat sekolah,” ujarnya.

Dapur pertama pendistribusian 08.00 WIT di antaranya TK Filadelfia 38 orang, TK Ceria Terpadu 80 orang, TK Kartika Kodim 25 orang, TK Kemala Bhayangkari 45 orang, TK Betlehem 50 orang, SD Effata 180 orang, SD Kulitarek 182 orang dan SD Negeri 1 490 orang.

Dapur pertama pendistribusian 10.00 WIT di antaranya SMP Negeri 2, SMP Negeri 2 700 orang, SMP PGRI Wamena 75 orang, SMA PGRI 220 orang dan SMA Unggulan Lapago 201 orang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.