Kian Merucut, Kandidat Apparel Baru Timnas Indonesia
📅 Senin, 04 Agu 2025, 17:25 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Erspo
JAKARATA - Managing Director PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) Marsal Masita mengungkapkan kandidat apparel baru Timnas Indonesia semakin mengerucut dari sebelumnya ada tujuh merek yang diumumkan mengikuti tender pertengahan Juli lalu.
Saat ditemui wartawan di Garuda Store, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, setelah acara "Pokémon Conference Soccer Plans for Indonesia 2025", Marsal mengungkapkan pengumuman apparel baru timnas semakin dekat, namun ia tak menyebut apa saja merek-merek yang kini masih mengikuti proses seleksi.
"(Jumlahnya) Mengerucut. Lebih sedikit dari tujuh," kata Marsal.
"Artinya ada beberapa round, beberapa putaran. Nah, kita masih proses. Segera harusnya sesuai tenggat waktu, para pesertanya akan diinformasikan apakah mereka terpilih atau enggak," tambah dia.
Sebelumnya, pada pertengahan Juli, proses tender untuk sponsorship apparel tim nasional sepak bola dan futsal Indonesia periode 2026–2030 yang diselenggarakan PSSI melalui GSI telah memasuki tahap lanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika itu, terdapat sebanyak tujuh merek ternama telah resmi mengikuti tender, yaitu adidas, Erspo, Kelme, Masagi, Puma, Riors, dan Warrix. Ketujuh peserta itu sudah mengumpulkan proposal resmi yang mencakup penawaran komersial, portofolio produk, rencana aktivasi, serta komitmen dukungan terhadap timnas Indonesia selama periode kerja sama.
Tak hanya itu, ketujuh peserta tersebut juga sudah melakukan sesi presentasi yang menurut PSSI digelar pada 22-25 Juli lalu. Kini, dengan jumlah peserta yang semakin mengerucut ini, kata Marsal, mereka akan melakukan tahap presentasi sesi kedua dalam waktu dekat.
Saat ditanya apa saja yang akan dinilai pihaknya untuk presentasi tahapan kedua ini, Marsal mengungkapkan, "Kita mau timnas kita punya kualitas terbaik. Itu dulu ya. Kualitas bahan terbaik, kualitas apparel terbaik. Itu dulu. Dengan teknologi yang ada hari ini. Kan udah banyak sekali tuh".
Sebaiknya Anda baca juga:
"Yang kedua, ya tadi PSSI juga memikirkan harusnya keseluruhan komponen. Karena enggak cuma produksinya, di mana di handle logistiknya, di mana di handle distribusinya, termasuk penawaran finansialnya. So, overall itu ada komponennya, ada bobot-bobotnya. Nah, itu yang kita nilai," lanjut dia.
Dalam kesempatan yang sama, Marsal juga menegaskan bahwa adanya royalti penjualan jersi ke timnas dan pemain masih menjadi persyaratan wajib. Adapun, sebelumnya Erspo memberikan 7 persen royalti kepada PSSI dan 10 persen kepada pemain berdasarkan jumlah penjualan sesuai name set.
"Kita pas sama Erspo juga meminta itu sebagai persyaratan. Dan itu persyaratan tender kami. Itu juga ada. Kenapa? Agar PSSI punya kemungkinan berapa sih jersi yang laku? Karena selama ini, nggak tahu kita, berapa juta jersi yang dijual," jelas dia.
Saat ini, kontrak timnas dengan Erspo akan berakhir pada Februari 2026. Kerja sama dengan apparel olahraga milik Muhammad Sadad itu terjalin dua tahun sejak Februari 2024.
Ada kemungkinan pihaknya mengganti apparel timnas ke merek lain, namun Marsal juga tak menampik bahwa bisa saja timnas akan bertahan dengan Erspo jika mereka bisa memberikan kualitas terbaik sesuai yang diinginkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
"Ya hari ini kan kita punya komitmen dengan Erspo hingga Februari 2026. Kebetulan Erspo juga ikut dalam proses tender. Saya gak bisa bicara kaitannya dengan proses tender," ucap Marsal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!