Wali Kota Bogor Dorong Golok Jadi Warisan Budaya Dunia

Minggu, 03 Agu 2025, 15:55 WIB

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mendorong pelestarian golok sebagai warisan budaya adiluhung leluhur Nusantara yang layak diperjuangkan untuk diakui dunia melalui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Mahakarya Pesona Pusaka Nusantara yang berlangsung di Lantai 2 Botani Square Mall, Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor, Jumat (1/8).

Ket. Foto: — Sumber: kotabogor.go.id

Wali Kota Dedie Rachim menyampaikan bahwa golok merupakan karya karsa manusia yang berbudi luhur yang harus dilestarikan dan dijaga sedemikian rupa. Ia juga mengatakan empat filosofi dalam golok sebagai karya budaya yang sarat akan makna.

Pertama, golok merupakan simbol keseimbangan, kedua terkait bagaimana korelasi golok dengan alam dan pemiliknya, kemudian ketiga golok menggambarkan kejantanan, dan yang keempat bahwa golok ini betul-betul warisan sesepuhan dari leluhur nusantara yang adiluhung.

“Sudah sepantasnya kita mendukung kegiatan ini dan tentu saja harus ada effort yang luar biasa untuk bisa menuju UNESCO. Dengan kebersamaan dan kolaborasi insyaallah akan terwujud,” ujar Wali Kota Dedie Rachim.

Ia pun memberikan apresiasi kepada Ki Gatut Susanta, sosok tokoh Bogor yang telah menggagas gerakan Golok Road to UNESCO dan secara konsisten menyuarakan pentingnya pelestarian budaya lokal.

“Beliau punya keinginan yang gigih dan tulus dengan segala daya upaya. Insyaallah Pemkot Bogor akan membersamai beliau sampai ke UNESCO, dari Bogor untuk Indonesia dan dari Bogor untuk dunia,” tutur dia.

Pelopor gerakan Golok Road to UNESCO Pelestari Golok Pedang Sepuh Nusantara, Ki Gatut Susanta yang juga merupakan Ketua Panitia kegiatan, menyampaikan bahwa salah satu kendala menuju pengakuan UNESCO adalah belum adanya pengesahan golok secara nasional dari Provinsi Jawa Barat.

“Saya sudah ke UNESCO di Paris, juga sudah ke UNESCO di Indonesia, tapi kendala kita adalah belum adanya pengesahan golok secara nasional. Yang sudah itu Betawi dan Banten, tapi Jawa Barat, pusatnya golok, belum ada yang disahkan secara nasional,” ujar Ki Gatut.

Ia berharap kolaborasi tiga provinsi besar, yakni Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta bisa menjadi kekuatan untuk mewujudkan mimpi bersama mengangkat golok sebagai pusaka budaya dunia.

“Semoga bisa segera disahkan sehingga dari 3 provinsi ini bisa menjadi kekuatan kita untuk mendorong golok di UNESCO. Karena tekad kita dari Bogor untuk dunia ini sudah muncul dari beberapa tahun yang lalu,” ucap dia.

Sebagai informasi, terdapat 22 stan pameran golok dari berbagai daerah dan kegiatan ini berlangsung selama dua hari.

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan kebangsaan bersama para pemateri dari berbagai elemen, dan pada tanggal 2 Agustus lomba kreasi seni silat golok tingkat sekolah dasar (SD) yang akan diikuti oleh 50 peserta dari tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.