Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Eks Kampung Bayam Mulai Tempati Hunian HPPO JIS, Sebut Hidup Lebih Pasti dan Layak

📅 Jumat, 01 Agu 2025, 14:15 WIB | Oleh:
Warga Eks Kampung Bayam Mulai Tempati Hunian HPPO JIS, Sebut Hidup Lebih Pasti dan Layak Doc: Istimewa

JAKARTA – Sejumlah warga eks Kampung Bayam menyatakan rasa puas dan haru setelah meninjau langsung kondisi Hunian Pekerja Pendukung Operasional (HPPO) Jakarta International Stadium (JIS) pada Kamis, 31 Juli 2025. Kunjungan tersebut menjadi momen penting bagi warga yang selama bertahun-tahun hidup dalam ketidakpastian pasca penggusuran akibat pembangunan stadion kebanggaan ibu kota itu.

Astuti, salah satu warga yang ikut dalam peninjauan, mengungkapkan rasa syukur karena akhirnya mendapatkan tempat tinggal yang layak. Ia menyebut, setelah lima tahun hidup tanpa kepastian, hunian HPPO JIS menjadi awal dari kehidupan baru.

“Alhamdulillah senang sekali. Insya Allah, saya akan pindah awal Agustus. Setelah lima tahun hidup dalam ketidakpastian, akhirnya saya mendapat tempat tinggal yang layak,” ucap Astuti penuh haru.

Lebih lanjut, Astuti menuturkan bahwa dirinya sudah bekerja sebagai petugas kebersihan di JIS selama satu setengah tahun dengan gaji sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta. Bagi Astuti, perpindahan ke HPPO JIS bukan hanya relokasi semata, tetapi sebuah kesempatan untuk hidup lebih baik dan bermartabat. “Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur dan semua pihak yang membantu,” katanya.

Dalam kegiatan peninjauan tersebut, warga didampingi oleh Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, serta Direktur Bisnis dan Operasional PT Jakarta Propertindo (Jakpro), I Gede Adi Adnyana. Hendra menyebut bahwa kehadiran mereka merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang digelar dua hari sebelumnya. Ia memastikan bahwa kondisi hunian sudah siap dihuni dengan fasilitas dasar yang memadai.

“Alhamdulillah, setelah dilihat langsung, unit-unit huniannya bersih, airnya lancar, dan tempatnya sangat layak. Ini sudah siap 100 persen untuk dihuni,” ujar Hendra.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Hendra, ingin memastikan bahwa kehidupan warga tetap sehat, aman, dan sejahtera setelah relokasi. Untuk itu, disiapkan empat layanan utama untuk mendukung masa transisi, yakni pendidikan, administrasi kependudukan, kesehatan, dan layanan sosial.

“Kami ingin memastikan kehidupan warga tetap berjalan normal dan terjamin setelah menempati hunian baru,” tambahnya.

Dari 126 kepala keluarga (KK) eks Kampung Bayam yang terdata, sebanyak 77 KK telah menandatangani kontrak dan menyatakan kesiapannya untuk pindah ke HPPO JIS. Proses pemindahan dilakukan secara bertahap dan mengutamakan pendekatan persuasif. Hendra menyebut sebagian besar warga merasa puas dengan hunian baru yang ditawarkan, terutama karena selain tempat tinggal, mereka juga memperoleh akses pekerjaan.

“Secara umum, warga senang dan puas dengan hunian di HPPO JIS. Mereka tidak hanya mendapatkan tempat tinggal, tetapi juga peluang kerja. Biaya sewa pun bisa dipenuhi dari penghasilan yang diperoleh,” jelas Hendra.

HPPO JIS dibangun tidak sekadar sebagai hunian sementara, melainkan sebagai solusi jangka panjang yang dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti air bersih, listrik, dan sanitasi. Di sisi lain, proyek ini juga membuka peluang kerja di lingkungan operasional stadion, termasuk sebagai petugas kebersihan, keamanan, hingga pemeliharaan. Hal ini menjadi bagian dari upaya terpadu menciptakan hunian yang produktif.

Direktur Jakpro, I Gede Adi Adnyana, menegaskan bahwa pembangunan HPPO JIS merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap warga terdampak. Ia menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap lingkungan baru ini.

“Ini adalah bentuk kepedulian Bapak Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. Kami ingin warga yang tinggal di sini merasa memiliki dan merawat bersama lingkungan tempat tinggalnya,” ujarnya.

Sebagai tambahan, HPPO JIS juga menyediakan area urban farming seluas 4.000 meter persegi serta kolam budidaya ikan. Fasilitas ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan menambah penghasilan warga. Pemerintah berharap agar konsep hunian terpadu ini dapat menjadi model pembangunan sosial berkelanjutan di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.