Pasokan Berlebih, Khofifah Imbau Warga Jember Hentikan Panic Buying BBM

Rabu, 30 Jul 2025, 16:37 WIB

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengimbau masyarakat Jember dan sekitarnya agar menghentikan "panic buying terkait kelangkaan BBM yang terjadi baru-baru ini akibat penutupan jalan nasional di Jalur Gumitir. 

Khofifah menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir Pertamina telah menambah pasokan dari Depo Pertamina Surabaya dan Malang, dari sebelumnya hanya dari Depo Tanjungwangi untuk upaya normalisasi pasokan BBM. 

Ket. Foto: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Executive General Manager Regional Jatim Bali Nusa Tenggara, Aji Anom Purwasakti, menjelaskan upaya mengatasi kelangkaan BBM di Jember, Jawa Timur, Rabu (30/7). — Sumber: Koran Jakarta/ Selocahyo

"Sudah diambil dari Pertamina Patra Niaga, diambil pasokannya dari Surabaya dan Malang. Jadi volumenya sudah melebihi dari kebutuhan harian di Jember."

"Oleh karena itu kepada seluruh masyarakat yang tinggal di Jember, dan yang kebetulan melewati Jember, tolong jangan melakukan panic buying karena supply dari Pertamina sudah normal," ujarnya usai bertemu dengan 
pihak Pertamina Patra Niaga di Surabaya, Rabu (30/7).

Dia menekankan, jika masyarakat tetap tenang seharusnya supply BBM telah mencukupi. 

"Jadi seharusnya jika tidak ada panic buying, Insya Allah ini dalam posisi yang cukup. Sehingga akan mengurangi antrian pembelian," jelasnya. 

Executive General Manager Regional Jatim Bali Nusa Tenggara, Aji Anom Purwasakti, menambahkan, kelangkaan BBM di Jember terjadi karena keterlambatan supply dari Depo Banyuwangi, akibat kemacetan di jalur menuju pelabuhan Ketapang dan penutupan perbaikan jalur Gumitir. 

"Sebetulnya penutupan jalur untuk perbaikan itu sudah diantisipasi namun karena kejadiannya bersamaan dengan kemacetan di Ketapang. Namun kami paham karena dua-duanya untuk kepentingan safety," ungkapnya merujuk pembenahan sistem keselamatan kapal di penyeberangan di Selat Bali. 

"Untuk recovery supply di Jember dari Senin sampai sekarang, sudah 1000 kilo liter dari normalnya 900 kilo liter," tambahnya. 

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.