Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Arifah: Hari Anak Nasional Diharapkan Lestarikan Budaya Lokal

📅 Rabu, 30 Jul 2025, 11:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri Arifah: Hari Anak Nasional Diharapkan Lestarikan Budaya Lokal Doc: ANTARA
Ket. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (kedua kiri) bersama anak-anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2025 tingkat Provinsi Jawa Barat, di Bandung, Jawa Barat.

JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 diharapkan dapat membawa warna dan nuansa baru untuk mengenalkan dan melestarikan budaya lokal sejak dini, salah satunya melalui permainan tradisional.

"Anak-anak yang bunda cintai, selain untuk bersenang-senang, kegiatan ini tentu dapat merajut kembali ikatan sosial yang mungkin terkikis menjadi lebih individualis. Dengan memainkan permainan tradisional yang kental akan sportivitas dan kerja sama, akan menanamkan rasa persaudaraan sejak dini tanpa memandang latar belakang, seperti suku, ras, dan agama," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (30/7).

Hal itu dikatakannya dalam peringatan HAN 2025 tingkat Provinsi Jawa Barat melalui kegiatan Kaulinan Barudak Jawa Barat (Ulinpiade) di Bandung.

Arifah Fauzi mengatakan permainan tradisional bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga media untuk mempererat ikatan sosial, menumbuhkan sportivitas, dan mengajarkan nilai-nilai kebersamaan.

Selain permainan tradisional, aktivitas lain yang dapat diikuti anak-anak dalam HAN 2025, yaitu senam sehat, menyanyikan lagu-lagu nasional, daerah, dan kesenian tradisional, serta mendengarkan cerita kepahlawanan dari daerah masing-masing.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi dan sinergi antara Pemprov Jawa Barat dengan berbagai elemen, antara lain Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI).

Kegiatan ini berhasil memecahkan rekor MURI untuk kategori "Bermain Tradisional dengan Kebaya" yang diikuti ribuan anak dan perempuan yang mengenakan kebaya sambil memainkan permainan khas Sunda, seperti engklek, egrang, congklak, dan ucing sumput.

"Kebaya bukan sekadar busana, melainkan simbol sejarah, identitas, dan peradaban perempuan Nusantara. Kebaya juga mencerminkan semangat kesetaraan dan peran aktif perempuan dalam berbagai sektor kehidupan. Melalui kegiatan ini anak-anak kita diajak untuk tidak hanya mencintai warisan budaya, tetapi juga membawanya dalam kehidupan sehari-hari," kata Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Daerah
Penanganan Kebakaran TPA Ta...
Nasional
Jelarang, Satwa Langka Terl...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.