Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Dibuka Melemah, Dipengaruhi Pernyataan Trump Soal Gubernur The Fed

📅 Jumat, 25 Jul 2025, 09:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Dibuka Melemah, Dipengaruhi Pernyataan Trump Soal Gubernur The Fed Doc: Antara/Xinhua
Ket. Gedung Federal Reserve AS di Washington, D.C., Amerika Serikat pada 1 Juni 2022.

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Jumat (25/7) pagi di Jakarta melemah sebesar 27 poin atau 0,16 persen menjadi Rp16.322 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.295 per dolar AS.

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures Ariston Tjendra mengatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menghentikan pertimbangan mengganti Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.

“Tidak lama yang lalu, Trump berkunjung ke kantor pusat Federal Reserve, investor mencerna perkembangannya dan pernyataan-pernyataan dari Trump yang di antaranya menghentikan pertimbangan untuk mengganti Powell,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Mengutip Xinhua, Trump telah melakukan pembicaraan sangat produktif mengenai suku bunga dengan Powell ketika mengunjungi kantor pusat The Fed di Washington. Presiden AS meminta suku bunga dapat diturunkan seiring kondisi di negara tersebut yang tidak mengalami inflasi dan memiliki banyak uang tunai yang masuk.

Selain itu, penjualan rumah di AS pada Juni 2025 menurun 2,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga Trump mengharapkan suku bunga diturunkan agar masyarakat dapat membeli rumah. 

Semua media lokal di AS memandang kunjungan Trump ke Federal Reserve sebagai upaya meningkatkan tekanan pada Powell agar menurunkan suku bunga.

Menurut Ariston, dolar AS bisa melemah apabila Powell diganti karena pemerintah AS dianggap mengintervensi independensi The Fed. 

“Kemungkinan Trump tidak akan melakukan tindakan pencopotan tiba-tiba, mengingat dampaknya bisa sangat negatif ke pasar. Pada periode pertama dulu, Trump juga sempat tegang dengan The Fed dan memberikan ancaman pencopotan juga, reaksi pasar negatif dan tidak jadi dilakukan,” ujar dia.

Sentimen pelemahan kurs rupiah juga berasal dari data klaim pengangguran AS yang dirilis lebih rendah dari perkiraan. Hal ini dinilai menunjukkan sektor pekerjaan yang masih kuat.

“Namun, pelemahan mungkin terbatas oleh sentimen 'risk' on yang masih kuat dan didukung 'inflow' asing di pasar saham Indonesia,” ujar Aris.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah diperkirakan berkisar Rp16.350 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp16.250 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Jakut Tertibkan Bang...
Daerah
Penanganan kebakaran di Kaw...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.