Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perpusnas: Peringatan Ke-200 Perang Jawa Momen Refleksi Nasionalisme

📅 Jumat, 25 Jul 2025, 22:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perpusnas: Peringatan Ke-200 Perang Jawa Momen Refleksi Nasionalisme Doc: ANTARA
Ket. Arsip Foto - Bedah buku Babad Diponegoro untuk memperingati 200 tahun Perang Jawa di Perpusnas, Jakarta, pada Rabu (23/7/2025).

JAKARTA – Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) saat ini adalah E. Aminudin Aziz mengatakan bahwa peringatan 200 tahun Perang Jawa merupakan momen refleksi sebagai warga Indonesia terhadap nilai-nilai keteladanan, nasionalisme hingga patriotisme para pendahulu.

“Untuk menjadi cermin dan panduan bagi kita dalam menapaki perjalanan di zaman yang penuh dengan tantangan ini,” ujar Kepala Perpusnas dalam webinar yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat (25/7).

Ia menambahkan bahwa peringatan 200 tahun perang Jawa atau perang Diponegoro yang terjadi merupakan bentuk jawaban rakyat terhadap ketidakadilan, kesewenang-wenangan kaum kolonial saat menjajah negeri.

Perlawanan selama lima tahun yang dipimpin Pangeran Diponegoro, meskipun akhirnya sang pencetus strategi perang gerilya itu ditangkap, namun kala diasingkan ia sempat menulis Babad Diponegoro yang menjadi warisan serta narasi mengenai ruh perjuangan.

Perpustakaan Nasional (Perpusnas), kata dia, diberi mandat untuk menghadirkan catatan peristiwa bersejarah lewat serangkaian peringatan 200 Tahun Perang Jawa yang sejalan dengan nilai dasar perjuangan dalam perang tersebut

Pihaknya berharap lewat gelaran ini mampu membangun kecakapan literasi melalui penguatan budaya baca, merawat pusaka warisan bangsa dan membina perpustakaan se-Indonesia.

Perang Jawa atau yang dikenal dengan Perang Diponegoro yang terjadi 200 tahun lalu, dikenal sebagai peristiwa heroik. Perang itu menjadi bukti perlawanan kaum pribumi terhadap kesewenang-wenangan kaum kolonial.

Dengan menggunakan taktik gerilya yang memanfaatkan medan pegunungan dan hutan Jawa, Pangeran Diponegoro berhasil membuat pasukan Belanda kesulitan menangkapnya. Dukungan dari tokoh seperti Kyai Mojo, Sentot Prawirodirdjo, dan Kerto Pengalasan pun memperkuat perlawanan pada perang yang berlangsung pada 1825 hingga 1830 itu.

Perang Jawa tidak hanya meninggalkan jejak sejarah yang signifikan dalam perjuangan rakyat Indonesia, tetapi juga memberikan dampak besar bagi pemerintah kolonial Belanda, baik dari segi ekonomi, militer, maupun politik.

Dalam rangkaian kegiatan peringatan 200 Tahun Perang Jawa, Perpusnas akan menyelenggarakan pameran yang menampilkan koleksi dari Museum Nasional, Keraton Yogyakarta, serta koleksi lainnya. Beberapa koleksi yang akan dipamerkan adalah replika pelana kuda dan keris Diponegoro.

Pameran yang digelar pada 20 Juli hingga 20 Agustus 2025, menampilkan babak-babak penting terkait Pangeran Diponegoro, mulai dari Mustahar (masa kecil sang pangeran), Perang Sabil, Muslihat, hingga Lentera Bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.