Di Era Kompetisi Tanpa Ampun, Inovasi Bukan Lagi Pilihan, Tapi Kebutuhan

Jumat, 25 Jul 2025, 00:00 WIB

TANGERANG – Perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 sebagai fase normalisasi menuju pola pertumbuhan yang lebih sehat dan seimbang. Karenanya, para pelaku bisnis perlu terus melakukan inovasi guna mempertahankan kinerjanya di tengah ketidakpastian ekonomi dan era kompetisi ketat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2025 sebesar 4,87 persen secara tahunan (yoy) atau sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2024 sebesar 5,02 persen. Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro memperkirakan tekanan eksternal meningkat ke depan akibat kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) dan penurunan proyeksi pertumbuhan global oleh IMF menjadi 2,8 persen.

Ket. Foto: STRATEGI BISNIS - Dengan kehadiran produk terbaru, Daihatsu optimistis bertahan di peringkat ke-2 pasar otomotif nasional. — Sumber: KORAN JAKARTA/ M ISMAIL

“Meski demikian, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 4,89 persen (yoy),” ujar Andry, beberapa waktu lalu.

Meski demikian, di tengah lesunya perekonomian dalam negeri, pelaku bisnis, terutama di pasar otomotif dituntut terus berinovasi guna menggenjot kinerja mereka, salah satunya dengan meningkatkan layanan purna jual. Di tengah pasar yang semakin kompetitif dan konsumen yang makin kritis, layanan purna jual telah bergeser dari sekadar pelengkap menjadi elemen strategis dalam membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan.

Optimalkan

Di era di mana pengalaman pelanggan menjadi kunci, layanan purna jual bukan lagi biaya tambahan, melainkan investasi jangka panjang yang menentukan citra merek dan keberlanjutan bisnis. Karena itu, Daihatsu terus melakukan intensifikasi atas jaringan pemasaran dan purna jual yang telah dimiliki saat ini untuk dapat terus beroperasi dengan optimal dan efisien.

“Kami yakin tahun 2025 ini dapat terus mempertahankan peringkat dua di pasar otomotif nasional,” tutur Chief Executive Officer PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (PT AI-DSO), Fredy Handjaja di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di Tangerang, Banten, Kamis (24/7).

Jangkau Konsumen

Optimisme itu muncul dengan sejumlah strategi yang disiapkan, termasuk menjangkau segmen konsumen baru dengan hadirnya produk Rocky Hybrid yang diperkenalkan di GIIAS 2025. Data Gaikindo menyebutkan, sepanjang semester 1 2025, total penjualan mobil sebanyak 374.740 unit. Daihatsu ada di peringkat kedua setelah menjual 64.405 unit dengan market share 17,2 persen. Daihatsu sudah 16 tahun berturut-turut menempati peringkat kedua penjualan otomotif di Indonesia.

Penjualan otomotif nasional anjlok 8,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tercatat, semester I-2024, penjualan otomotif nasional sebanyak 410.020 unit. Menurut Gaikindo, lesunya pasar otomotif dipengaruhi turunnya daya beli masyarakat dan kondisi perekonomian nasional yang belum membaik.

Pada kesempatan sama, Chief Operation Officer PT AI-DSO Budi Setiawan menjelaskan Daihatsu tetap menjadi pilihan utama masyarakat bukan hanya karena produknya yang andal dan berkualitas, tetapi memiliki jaringan lebih dari 260 outlet. Hal itulah yang meyakininya hingga akhir tahun Daihatsu tetap tumbuh. “Hadirnya produk istimewa Rocky Hybrid yang membuka segmen baru bagi Daihatsu,” ujarnya.

Direktur Marketing dan Direktur Corporate Planning & Communication Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani menyebutkan, kehadiran Daihatsu Rocky Hybrid untuk memenuhi kebutuhan konsumen, khususnya kaum urban di kota-kota besar Indonesia yang membutuhkan mobil kedua guna mendukung aktivitas keseharian mereka. "Terutama keluarga dewasa muda yang melek teknologi," tandasnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.