Komunitas Lingkaran Seni Bandung Gelar Pameran Lukisan “Embracing the Journey”

Rabu, 12 Agu 2026, 17:25 WIB

BANDUNG - Komunitas Lingkaran Seni kembali menghadirkan pameran lukisan bertajuk Embracing the Journey (Merangkul Perjalanan) yang berlangsung pada 11-24 Agustus 2026 di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan, Bandung. Pameran ini merupakan kelanjutan Unity – Bandung Art Project 1-2024.

Pameran ini mempertemukan karya para perupa dengan beragam latar belakang dan gaya, sekaligus mengangkat tema perjalanan, ingatan, sejarah, dan kepedulian sosial.

Ket. Foto: — Sumber: Humas Kota Bandung

Ketua Komunitas Lingkaran Seni, Moya Kamaruddin, mengatakan Embracing the Journey bukan sekadar tema pameran, tetapi ajakan untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui.

“Embracing the Journey bukan hanya sekadar tema. Ini adalah sebuah ajakan untuk berhenti sejenak, menatap kembali jejak yang telah kita lalui sebagai bangsa, berani memeluk segala liku yang membentuk kita hari ini," kata Moya, Senin (10/8) lalu.

Menurut Moya, karya seni dapat menjadi jejak perjalanan sekaligus ruang untuk menghidupkan kembali ingatan, pengalaman, dan kepedulian. Pameran ini juga menjadi wadah bagi para pelukis Bandung untuk berkarya bersama dalam semangat persatuan, solidaritas, kepedulian, dan kasih sayang.

Salah satu karya yang dihadirkan adalah karya Muktar bertema Palestina dan Menyapa Alam. Karya Palestina menjadi bentuk ekspresi kegelisahan terhadap kondisi di Gaza sekaligus doa untuk perdamaian.

“Saya sebagai pelukis hanya bisa support dengan simbol dan karya tentang Palestina. Dan hanya bisa berdoa, semoga hal ini cepat terselesaikan,” tutur dia.

Sementara karya Menyapa Alam mengajak generasi muda mengenal dan menjaga lingkungan sejak dini, melalui kedekatan dengan air, tanah, dan udara.

Perjalanan sejarah juga hadir melalui karya Teddy Osman yang mengangkat Bandung tempo dulu. Berbekal foto-foto lama, Teddy menghadirkan kembali bangunan-bangunan heritage dan suasana Bandung yang sebagian telah hilang, sekaligus memasukkan interpretasi personalnya sebagai seniman.

Selain menghadirkan apresiasi seni, pameran ini juga membawa misi sosial. Sebagian hasil penjualan karya akan disumbangkan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana banjir bandang di Desa Pantai Cempaka, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang.

Melalui pameran ini, Komunitas Lingkaran Seni menunjukkan, perjalanan seni tidak berhenti di atas kanvas karena pameran juga dapat menjadi ruang untuk mengingat, menginspirasi, sekaligus berbagi dan memberi manfaat bagi sesama. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.