Indonesia-AS Bahas Pengelolaan Perdagangan Mineral Strategis dan Penurunan Tarif Ekspor
📅 Kamis, 24 Jul 2025, 20:00 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA — Indonesia dan Amerika Serikat tengah menggelar pembicaraan intensif untuk menyusun langkah bersama dalam memantau serta mengelola perdagangan mineral strategis yang dimiliki Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Kamis (24/7), dalam keterangannya kepada pers mengenai kemajuan negosiasi dagang dengan Washington.
Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil mencapai kesepakatan awal dengan Amerika Serikat untuk penurunan tarif menjelang tenggat waktu 1 Agustus 2025. Berdasarkan perjanjian yang diklaim sebagai kerangka kerja negosiasi oleh Gedung Putih, tarif atas produk ekspor Indonesia ke AS turun dari 32 persen menjadi 19 persen.
Airlangga menjelaskan bahwa diskusi antara kedua negara masih berlangsung, khususnya dalam hal pengaturan perdagangan komoditas strategis yang memiliki fungsi ganda. Tujuannya adalah menciptakan transparansi dan pengawasan bersama atas aktivitas ekspor-impor komoditas tersebut.
"Manajemen perdagangan strategis penting untuk memastikan transparansi antara kedua belah pihak sehingga impor dan ekspor komoditas dwifungsi yang bernilai strategis dapat dipantau," ujar Airlangga dalam pengarahan pers di Jakarta.
Ia memaparkan bahwa komoditas yang dimaksud sebagai strategis mencakup bahan-bahan yang digunakan dalam sektor infrastruktur Kecerdasan Buatan (AI), pusat data, industri penerbangan, dan bidang kedirgantaraan hingga eksplorasi antariksa. Produk-produk ini dinilai memiliki sensitivitas tinggi dan risiko penyalahgunaan jika jatuh ke tangan yang salah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi mereka (Amerika Serikat) ingin memastikan komponen-komponen strategis ini tidak jatuh ke tangan pihak-pihak tertentu, termasuk untuk digunakan dalam terorisme atau tujuan lainnya," imbuh Airlangga.
Sebagai negara dengan cadangan besar mineral penting, Indonesia memegang posisi strategis di pasar global. Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia, eksportir timah terbesar, dan salah satu produsen utama tembaga. Selain itu, Indonesia juga memiliki cadangan signifikan rare earth elements atau unsur tanah jarang, yang krusial untuk teknologi tinggi.
Namun saat ini, dominasi pengolahan komoditas seperti nikel dan bauksit di Indonesia sebagian besar masih berada di tangan perusahaan asal Tiongkok. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan dalam negosiasi dengan AS, yang ingin memperluas jalur pasokan dari mitra yang dianggap lebih strategis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Airlangga menyebutkan bahwa selain pengawasan perdagangan strategis, Indonesia dan Amerika Serikat juga tengah membahas kemungkinan penurunan tarif lebih lanjut. Ia menyebut tarif atas beberapa komoditas Indonesia berpotensi diturunkan hingga mendekati 0 persen.
"Tarif lebih rendah dapat diterapkan pada komoditas yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh Amerika Serikat," jelasnya.
Lebih lanjut, perundingan juga mencakup pembahasan mengenai aturan asal barang (rules of origin) dan sejauh mana keterlibatan pihak ketiga atau third-party vendors dapat ditoleransi dalam rantai pasok produk ekspor. Hal ini penting agar produk Indonesia tetap memenuhi syarat untuk memperoleh tarif preferensial ketika masuk ke pasar Amerika Serikat.
Langkah ini menunjukkan pendekatan strategis Indonesia dalam menjaga akses pasar sekaligus memperkuat pengawasan atas komoditas bernilai tinggi yang menjadi incaran berbagai negara. Pemerintah berharap kerja sama ini juga bisa meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri dalam negeri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!