Garuda Muda Butuh Ketajaman Hadapi Thailand

Kamis, 24 Jul 2025, 06:58 WIB

JAKARTA – Tim Indonesia U-23 bersiap menghadapi tantangan besar di babak semifinal Piala ASEAN U-23 2025.Dalam laga yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/7), skuad asuhan Gerald Vanenburg akan menantang Thailand U-23 dalam laga ulangan semifinal dua tahun lalu, yang saat itu dimenangi Garuda Muda dengan skor 3-1.

Namun, menghadapi Thailand, Garuda Muda masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, terutama soal efektivitas serangan dan kebugaran pemain inti. Usai menutup fase grup sebagai juara Grup A dengan torehan dua kemenangan dan satu imbang, pelatih Gerald Vanenburg memberikan evaluasi tegas. Menurutnya, ketajaman lini depan Indonesia belum sesuai ekspektasi.

Ket. Foto: Pemain Indonesia U-23 saat mengikuti sesi latihan resmi jelang pertandingan Piala AFF 2025 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (17/7). Latihan tersebut sebagai persiapan menjelang laga melawan Timnas Filipina U-23 pada Jumat (18/7). — Sumber: ANTARA/Asprilla Dwi Adha

“Secara statistik kami mendominasi laga melawan Malaysia, tapi tak ada satu pun gol tercipta. Biasanya Jens bisa mencetak gol, tapi kali ini kurang tajam.Masalah lain yang harus dibenahi adalah efektivitas serangan. Kami terlalu boros dalam mengonversi peluang,” ujar Vanenburg.

Indonesia mencetak total sembilan gol selama fase grup, delapan di antaranya lahir saat melawan Brunei Darussalam. Dalam dua laga berikutnya, hanya satu gol tercipta, itu pun melalui gol bunuh diri pemain Filipina. Laga terakhir kontra Malaysia berakhir 0-0 meski Indonesia mencatat dominasi 65 persen penguasaan bola.

Masalah lain yang dihadapi adalah kondisi gelandang kreatif, Arkhan Fikri. Pemain milik Arema FC itu mengalami keluhan pada bagian lutut dan masih menunggu hasil MRI. “Kami akan tunggu hasil pemeriksaan dalam satu dua hari ke depan. Semoga tidak parah,” ujar Vanenburg. Dia berharap masa jeda empat hari cukup untuk memulihkan fisik para pemain.

Striker Jens Raven tetap optimistis menghadapi laga semifinal. Dia menilai performa tim terus mengalami peningkatan dan berharap evaluasi dilakukan dengan serius agar bisa tampil maksimal melawan Thailand.

“Dalam tiga pertandingan kami tampil cukup baik. Tapi semifinal adalah laga berbeda, jadi kami harus lebih fokus dan menjaga kondisi prima,” ujar pemain Bali United itu.

Bukan Lawan Enteng

Thailand melaju ke semifinal dengan status juara Grup C. Tim asuhan Thawatchai Damrong-Ongtrakul menang 4-0 atas Timor Leste dan bermain imbang 0-0 dengan Myanmar. Dengan koleksi empat poin, mereka unggul selisih gol atas Myanmar.

Meski tak terkalahkan, Thailand belum menunjukkan performa menakutkan. Dalam laga terakhir kontra Myanmar, mereka mencatat 18 percobaan tembakan, tetapi hanya empat yang mengarah ke gawang. Hal serupa juga dialami Indonesia, yang tumpul di dua laga terakhir.

Pengamat sepak bola nasional, Yeyen Tumena, menilai laga nanti akan ditentukan oleh ketajaman lini depan. “Thailand punya organisasi permainan yang baik dan transisi cepat. Tapi mereka juga punya masalah di penyelesaian akhir, sama seperti Indonesia. Ini akan jadi pertandingan yang sangat taktis. Siapa yang lebih klinis di depan gawang, dia yang menang,” ujarnya.

Thailand memperlihatkan pertahanan kokoh selama fase grup. Melawan Timor Leste, mereka hanya memberi dua peluang ke gawang. Saat menghadapi Myanmar, lini belakang Thailand mencatat tujuh blok dan dua penyelamatan bersih.

Namun, catatan menyerang mereka justru stagnan. Di laga pertama Thailandmencetak empat gol lewat Yotsakorn Burapha, Thanawut Phochai, Seksan Ratree, dan Chawanwit Sealao. Namun di laga kedua, mereka gagal mencetak gol meski lebih banyak melakukan percobaan.

Situasi ini membuat kedua tim berada dalam kondisi yang cukup seimbang: tajam di awal turnamen, namun mulai tumpul saat tensi laga meningkat.

Secara historis, Indonesia punya modal penting: kemenangan di semifinal 2023. Namun, Thailand tetaplah kekuatan tradisional Asia Tenggara. “Mereka selalu disiplin dan tak mudah panik. Tim Indonesia harus bermain sabar dan cerdas,” ucap Yeyen.

Faktor lain yang bisa menentukan adalah kondisi fisik. Setelah tiga laga dalam tiga hari berturut-turut, rotasi pemain akan sangat penting. Indonesia setidaknya diuntungkan dengan jeda empat hari menjelang semifinal, sedangkan Thailand bermain dua kali dalam enam hari. ben/S-2

  • Piala Asean 2025

Redaktur: Sriyono

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.