Di Tengah Pasar Lesu, Produsen Ini Justru Lihat Jalur Cepat!
📅 Kamis, 24 Jul 2025, 00:00 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: KORAN JAKARTA/ M ISMAIL
TANGERANG – Perekonomian nasional masih dibayangi pelambatan seiring melemahnya daya beli masyarakat. Karenanya, pemerintah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi di kisaran 4,7-5 persen dari target awal sebesar 5,2 persen.
“Kita perlu waspada terhadap risiko global sehingga outlook lima persen dimaksimalkan tetap bisa dicapai,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, belum lama ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2025 sebesar 4,87 persen secara tahunan (yoy). Angka itu menunjukkan adanya perlambatan dibandingkan triwulan I 2024 yang tumbuh 5,11 persen.
Bahkan, kondisi lesunya perekonomian diperberat dengan beban utang jatuh tempo pemerintah yang sangat besar. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, tahun ini utang jatuh tempo mencapai 800,33 triliun rupiah. Sedangkan tahun depan, pemerintah juga menghadapi beban utang yang sangat besar 833,96 triliun rupiah atau tertinggi dalam periode 11 tahun.
Pelambatan ekonomi turut berimbas ke sektor bisnis, terutama pasar otomotif. Berdasarkan data Gaikindo, sepanjang semester I-2025, penjualan ritel otomotif nasional tercatat 390.467 unit, turun 9,7 persen (yoy). Lesunya penjualan mobil tersebut dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) tetap optimistis ada ruang untuk tumbuh di tengah kondisi perekonomian nasional dan pasar otomotif masih lesu. Isuzu yakin bisa terus memberikan kontribusi positif bagi industri otomotif nasional, terutama melalui ekspor Traga ke berbagai negara.
Lesunya pasar otomotif nasional turut menekan pangsa pasar Isuzu. Meskipun pada kuartal pertama kondisinya berat, tapi dua bulan belakangan ini tren positif penjualan Isuzu mulai terlihat. Market share-nya di segmen kendaraan komersial sudah mencapai 29 persen.
“Kami yakin dengan tren positif ini bisa mencapai 30 persen di akhir tahun, sama seperti tahun lalu,” tutur Business Strategy Division Head PT IAMI, Rian Erlangga dalam jumpa pers pembukaan booth Isuzu di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (23/7).
Sebaiknya Anda baca juga:
Manufaktur Terkontraksi
Lesunya pasar otomotif nasional terlihat dari penurunan kinerja sektor manufaktur lewat indeks Manajer Pembelian Manufaktur atau Purchasing Managers' Index (PMI). PMI Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global turun menjadi 46,9 pada Juni 2025 dari 47,4 pada bulan sebelumnya. “Ini penurunan tertajam sejak Agustus 2021,” demikian catatan Trading Economics.
Angka ini menunjukkan, aktivitas sektor manufaktur Indonesia masih mengalami kontraksi. PMI di bawah 50 menandakan aktivitas manufaktur terkontraksi, sementara angka di atas 50 menunjukkan ekspansi.
Optimisme Isuzu terlihat dari penerimaan pelaku bisnis transportasi logistik, pergudangan, dan distribusi ritel terhadap kendaraan Isuzu. Apalagi, kinerja di sektor ini masih menjanjikan. Berdasarkan data Supply Chain Indonesia (SCI), subsektor transportasi dan pergudangan nasional diperkirakan tumbuh 12,53 persen pada 2025. Angka ini melonjak dibandingkan dengan pertumbuhan pada 2024 sebesar 9,52 persen. “Isuzu jagonya on the road. Makanya menjadi kendaraan pilihan di distribusi ritel,” tambah Rian.
Dia menambahkan produk unggulan Isuzu Traga masih menjadi tulang punggung penjualan. Saat ini, market share Traga sudah mencapai 45,3 persen. Di beberapa daerah, seperti Jawa Timur, penguasaan pasar oleh Traga menembus 70 persen sehingga menjadi trend setter.
“Kami juga masih melihat peluang di pasar ekspor dengan menjajaki negara-negara tujuan baru untuk Traga. Apalagi, TKDN Traga sudah 48,15 persen. Kita mengekspor produk yang punya TKDN tinggi, ini tentu memajukan industri otomotif nasional,” tutur dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!