Prioritaskan Pemenuhan Hak-hak Anak Saat HAN
📅 Selasa, 22 Jul 2025, 01:10 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/HO-Pemkab Kepulauan Seribu
JAKARTA – Pada Hari Anak Nasional (HAN) harus menjadi bahan refleksi untuk memenuhi hak-hak dasar anak-anak. “Pemprov Jakarta menggunakan momentum HAN tahun ini untuk refleksi terhadap pemenuhan hak anak,” tandas Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi Jakarta, Iin Mutmainnah, Senin.
Menurutnya, momentum HAN bukan sekadar seremonial tetapi juga refleksi atas komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjamin hak dan perlindungan anak-anak Jakarta. Dia melihat, sangat penting untuk menciptakan ruang aman dan ramah bagi anak.
“HAN yang jatuh setiap tanggal 23 Juli harus menjadi pengingat bahwa anak-anak butuh ruang aman, pendidikan layak, transportasi ramah anak, serta perlindungan dari kekerasan,” tandasnya. Iin menyebutkan dari data Dinas PPAPP mencatat terdapat 2.041 kasus kekerasan anak sepanjang 2024. Sejak Januari hingga Juli tercatat 1.113 kasus kekerasan anak Jakarta. “Angka ini menjadi alarm penting bagi semua,” katanya.
Ia menambahkan meningkatnya laporan kekerasan juga menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih berani untuk berbicara dan melaporkan kasus kekerasan anak dan perempuan. Pelaporan ini muncul berkat adanya kanal-kanal pengaduan seperti Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) dan Forum Pusat Pembelajaran Keluarga Sekolah (PPKS).
“Ini tanda positif bahwa kesadaran akan perlindungan anak mulai tumbuh di tengah masyarakat,” jelas Iin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Edukasi Pangan
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menyatakan komitmen dalam memperjuangkan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Kami berkomitmen untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh, anak-anak Pulau Seribu harus terus disemangati agar bisa mencapai cita-citanya,” kata Wakil Bupati Kepulauan Seribu Aceng Zaeni. Dia menegaskan tidak boleh ada lagi anak yang merasa tidak aman, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekolah atau masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, dalam peringatan HAN, anak-anak Kepulauan Seribu juga diajak mengikuti kegiatan edukatif dan rekreatif. Ini termasuk kunjungan ke taman hiburan dan edukasi pangan. Kegiatan ini diharapkan mampu menambah pengalaman, memperluas wawasan dan menginspirasi masa depan anak-anak di wilayah kepulauan.
Sudin PPAPP menyelenggarakan kegiatan HAN di Plaza Kabupaten Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, bertema “Anak Pulau Seribu Bersinar dalam Kesetaraan” pada hari Minggu (20/7).
Sementara itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengajak lebih dari 400 anak dari panti asuhan, penyandang disabilitas, dan anak-anak dari rumah susun menikmati Film Jumbo melalui kegiatan menonton bersama.
“Film adalah media yang efektif untuk membentuk karakter anak. Lewat kisah seperti Jumbo, anak-anak diajak memahami arti keberanian, empati, dan solidaritas,” tutur Menteri PPPA, Arifah Fauzi, Senin. Dia ingin setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang ramah, inklusif, dan membahagiakan.
Arifah menegaskan, Indonesia membutuhkan ruang-ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak. Ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Film Jumbo, produksi Visinema Studios, mengangkat kisah seorang anak yang belajar mengatasi rasa takut, menolong teman, dan membela kebenaran. Menurut Arifah Fauzi, nilai-nilai dalam film ini sejalan dengan tema HAN 2025 “Anak Indonesia Bersaudara.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!