Makassar Salurkan 800 Ton Beras ke 40 Ribu Lebih KPM
📅 Selasa, 22 Jul 2025, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Makassar - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai menyalurkan bantuan pangan beras sebanyak 800 ton dari pemerintah pusat melalui Perum Bulog kepada 40.727 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) wilayah kota itu.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Makassar, Selasa (22/7), mengatakan beras sebanyak 800 ton itu untuk 40.727 KPM dan untuk jatah selama dua bulan.
"Di sini tercatat sebanyak 274 KPM total 5.480 kilogram beras untuk Kecamatan Biringkanaya dengan masing-masing keluarga memperoleh 20 kilogram beras untuk dua bulan, setara dengan 10 kilogram per bulan," ujarnya.
Munafri Arifuddin menyampaikan bantuan pangan itu diharapkan mampu meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Ia juga menekankan pentingnya akurasi data dalam penyaluran bantuan. Seluruh data penerima diambil dari Kementerian Sosial (Kemensos) dan telah melalui proses verifikasi yang ketat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami juga menerapkan sistem double check di lapangan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai ke yang berhak," katanya.
Pemkot Makassar berkomitmen untuk terus mengawal distribusi bantuan agar berjalan lancar dan merata.
Munafri juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, Bulog, dan jajaran Pemkot, yang terus berupaya menjamin ketahanan pangan warga Makassar secara berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kualitas beras yang disalurkan juga menjadi perhatian. Munafri memastikan bahwa beras yang dibagikan merupakan jenis dengan kualitas baik yang telah melalui seleksi dari Bulog.
"Penyaluran bantuan ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pangan," katanya.
Ia menegaskan pentingnya validasi data penerima manfaat sebagai langkah utama dalam memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.
Data penerima bantuan, lanjutnya, berasal dari data nasional yang telah melalui proses verifikasi ketat. Data ini benar-benar datang dari kementerian, data tunggal yang sangat valid.
"Data ini harus tervalidasi agar tidak menjadi perbincangan atau menimbulkan kecurigaan," ucap Munafri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!