Prabowo Luncurkan Kopdes Merah Putih, Permudah Akses Masyarakat ke Pangan Pokok
📅 Senin, 21 Jul 2025, 21:14 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Bapanas
JAKARTA– Pemerintah resmi mencatat sejarah baru dengan terbentuknya 80.081 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di seluruh Indonesia. Inisiatif besar ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kedaulatan pangan nasional dan pemberdayaan ekonomi rakyat dari tingkat desa.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi merupakan alat perjuangan ekonomi rakyat, khususnya bagi kelompok lemah, agar mampu bangkit menjadi kekuatan ekonomi yang tangguh. Kepala Negara ingin Indonesia semakin berdaulat.
"Satu lidi itu lemah, tapi jika puluhan dan ratusan lidi dijadikan satu, maka jadi kuat. Itulah konsep koperasi. Dari ekonomi lemah menjadi kekuatan ekonomi yang kuat. Dari ketergantungan menjadi kedaulatan," ujar RI-1 saat meluncurkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7).
Presiden Prabowo menekankan, koperasi merupakan senjata utama dalam membangun kemerdekaan sejati, yakni kemerdekaan ekonomi. Presiden menyinggung realitas ketimpangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat desa, seperti ketergantungan pada tengkulak, praktik ijon, hingga ketidakadilan dalam rantai distribusi hasil pertanian.
Dalam hal ini, Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi instrumen untuk memotong rantai pasok yang kerap merugikan petani serta mengembalikan kendali ekonomi kepada rakyat. Koperasi harus mampu membantu petani agar hasil kerja keras petani dapat lebih terserap dengan harga yang lebih baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tiap panen yang berhasil, harga untuk petani jatuh, kenapa? Karena para petani kita mereka uangnya sangat sedikit. Anaknya harus sekolah, nunggu panen. Di desa tidak ada yang minjamkan uang, kecuali rentenir yang bayarnya adalah per hari bunganya. Ini turun-temurun. Ini harus kita potong dan kita potong harus dengan langkah yang besar," titah RI-1.
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mewujudkan ide Kopdes Merah Putih ini berdasarkan arahan Presiden Prabowo untuk membina masyarakat desa. Tujuannya agar kualitas hidupnya dapat terus meningkat, terutama kalangan petani.
"Bapak Presiden membentuk satuan tugas yang saya ketuanya, untuk memastikan bahwa rakyat di desa tidak berjalan sendiri, tetapi ditemani, difasilitasi, dan dipastikan keberhasilannya. (Sesuai) arahan Bapak Presiden satuan tugas mendampingi koperasi agar dapat menjalankan usaha sekurang-kurangnya Gerai Sembako, untuk memangkas rantai pasok yang panjang," ungkap Zulhas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini baru langkah awal, baru 108 (koperasi) yang sudah operasi. Targetnya kita selanjutnya adalah memastikan selama tiga bulan, seluruh Koperasi Desa kelurahan Merah Putih telah beroperasi.di desa dan kelurahan masing-masing," terangnya.
"Kami percaya dalam 3-4 tahun ke depan akan tumbuh sentra-sentra ekonomi baru di desa, akan muncul unit-unit usaha produktif rakyat, sehingga kualitas hidup dan potensi warga desa akan berkembang jauh lebih cepat," sebut Menko Pangan
Kopdes Merah Putih hadir dengan semangat membangun ekosistem pertanian berbasis desa yang modern, efektif, dan digital. Koperasi didorong untuk menjadi pelaku utama dalam tata kelola pangan nasional, termasuk dalam penyediaan, pengolahan, hingga distribusi hasil pertanian dan perikanan, agar nilai tambah bisa dinikmati langsung oleh petani dan nelayan.
Sediakan Aneka Pangan
Di tempat yang sama, seusai kegiatan bersama Presiden tersebut, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi menegaskan, keberadaan Kopdes Merah Putih adalah bagian integral dari transformasi tata kelola pangan nasional yang lebih inklusif dan berkeadilan. Ke depannya, Arief meyakini masyarakat dapat lebih mudah mengakses pangan pokok yang terjangkau dengan jaminan kualitas.
"Bapanas mendukung Kopdes Merah Putih dengan memastikan Gerai Sembako dapat menyediakan aneka pangan pokok yang dibutuhkan masyarakat. Harganya lebih terjangkau karena tidak melampaui ketetapan pemerintah," kata Arief.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!