Menkop Dorong Kopdes Merah Putih, Tapi Bagaimana Nasib Koperasi yang Sudah Ada?

Minggu, 20 Jul 2025, 20:04 WIB

JAKARTA - Koperasi Merah Putih berperan penting meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memperkuat ekonomi kerakyatan di Indonesia. 

Pembentukan koperasi ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa melalui berbagai kegiatan usaha, termasuk simpan pinjam, perdagangan, dan layanan lainnya. 

Ket. Foto: Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi meninjau Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (20/7/2025). — Sumber: ANTARA/HO-Kemenkop

Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi salah satu pilar dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045, dengan membangun desa yang mandiri dan sejahtera. 

Koperasi ini memberikan akses layanan keuangan yang lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat desa, termasuk simpan pinjam. 

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi meninjau persiapan akhir peluncuran 80 ribu lebih Koperasi Desa (Kopdes)/ Kelurahan (Kopkel) Merah Putih, yang akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, di Desa Bentangan, Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Saat meninjau Kopdes Merah Putih Bentangan, Klaten, Sabtu (20/7), Budi Arie mengatakan peluncuran dan peresmian ini akan diikuti seluruh daerah di Indonesia secara daring di 80 ribu lebih Kopdes/Kopkel Merah Putih di seluruh Indonesia, di 38 provinsi dan 514 kabupaten dan kota.

Hingga saat ini, ada 81.140 unit Kopdes/Kopkel Merah Putih yang sudah terbentuk di seluruh Indonesia, dengan 80.048 unit telah berbadan hukum.

“Artinya, Kopdes/Kopkel Merah Putih siap beroperasi,” kata Budi Arie dalam siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta.

Ia menambahkan Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan melakukan penguatan sistem dan digitalisasi, serta mengupayakan agar ada manajer koperasi yang dapat membina kopdes menjadi inkubator startup.

Kemenkop juga akan melakukan peningkatan kapasitas SDM koperasi, baik untuk pengelola, pengawas maupun pengurus koperasi.

“Kami juga akan memperkuat pengawasan Kopdes/Kopkel Merah Putih berbasis partisipasi masyarakat atau public control," kata dia lagi.

“Yang tak kalah penting adalah melakukan konsolidasi dalam jaringan koperasi nasional. Banyak potensi di daerah yang bisa kita sinergikan lewat Kopdes Merah Putih," ujar dia menambahkan.

Budi Arie juga memperkenalkan sebuah armada bus Kopdes/Kopkel Merah Putih sebagai langkah digitalisasi yang memiliki fungsi untuk menggelar program podcast untuk menyebarluaskan eksistensi Kopdes/Kopkel Merah Putih ke seluruh Indonesia.

"Itu bus mobile ke desa-desa, dan diperuntukkan bagi para kepala desa untuk memberikan informasi atas manfaat dari keberadaan Kopdes/Kopkel Merah Putih," katanya lagi.

  • kopdes merah putih

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.