Pogacar Rebut Pimpinan Tour de France Lewat Kemenangan di Pegunungan
Jumat, 18 Jul 2025, 06:37 WIBHAUTACAM, PRANCIS - Tadej Pogacar kembali menunjukkan tajinya di Tour de France. Kamis (17/7) waktu setempat, pembalap sepeda asal Slovenia itu merebut kembali kaus kuning pemimpin klasemen setelah meraih kemenangan luar biasa di etape ke-12 yang finis di puncak Hautacam, kawasan Pyrenees.
Dalam etape sepanjang 180,6 km dari Auch menuju tanjakan brutal Hautacam, Pogacar melesat sendirian sejauh 11 kilometer di pendakian terakhir dan menyentakkan lawan-lawannya. Ia finis dua menit 10 detik di depan rival utamanya, Jonas Vingegaard dari tim Visma, yang memilih tidak mengejar serangan cepat Pogacar dan lebih fokus membatasi kerugian waktu.
Ben Healy, pemimpin klasemen sementara asal Irlandia yang mengenakan kaus kuning sebelumnya, tak kuasa menahan tekanan dan tertinggal hingga 13 menit. Ia melorot ke peringkat ke-11 klasemen umum.
Presiden Prancis Emmanuel Macron tampak menyaksikan langsung di garis finis puncak gunung, menyambut Pogacar dengan kekaguman saat juara tiga kali Tour de France itu melintasi garis dengan gaya khasnya. Juara Olimpiade Remco Evenepoel finis di posisi ketujuh dengan jarak 3 menit 35 detik.
Kemenangan ini membuat Pogacar memimpin klasemen umum dengan selisih 3 menit 31 detik atas Vingegaard, sementara Evenepoel berada di posisi ketiga dengan defisit 4 menit 45 detik.
Usai etape, Pogacar mengakui sebelumnya sempat merasa jengkel karena cuaca panas dan serangan dari lawan. Tapi suasana hatinya berubah di Pyrenees.
"Saya lihat Visma tidak dalam kondisi terbaik," ujar Pogacar. "Di tanjakan terakhir memang sangat panas, tapi saya justru merasa luar biasa."
Pogacar juga mengatakan bahwa etape ini memang telah lama menjadi target tim UAE Emirates. âKami sudah rencanakan untuk menang di etape ini. Saya sangat senang bisa menang di tanjakan ini,â ujar pembalap 26 tahun itu yang sempat terjatuh pada etape ke-11.
"Setelah kecelakaan, Anda tidak pernah tahu bagaimana tubuh akan bereaksi. Tapi ternyata tak seburuk itu, dan tim saya bekerja luar biasa."
Kemenangan ini terasa emosional bagi Pogacar, karena Hautacam merupakan gunung yang pernah membuatnya kalah. Kini, ia menaklukkannya dengan penuh dominasi. âIni momen terbaik dalam karier saya. Rasanya seperti dongeng. Saya suka penderitaan di tanjakan seperti ini. Saya sedang berada di puncak karier. Nanti kalau semangat ini padam, performa saya juga akan ikut turun,â ungkapnya.
Di garis finis, Pogacar menyempatkan diri memberikan penghormatan kepada pembalap muda Italia, Samuele Privitera, yang meninggal dunia dalam kecelakaan di Tour of the Aoste Valley-Mont Blanc.
âSaya memikirkan dia di kilometer terakhir. Olahraga ini bisa sangat kejam. Ini sangat menyedihkan,â katanya.
Etape ke-13 pada hari Jumat akan menjadi ujian baru: time trial individu yang menanjak menuju landasan helikopter di Peyragudes sepanjang 10,9 km, dengan kemiringan hingga 16 persen. Suhu panas sekitar 33 derajat Celsius diprediksi menambah berat tantangan bagi para pembalap yang kelelahan.
Meski tampil dominan, Pogacar menegaskan balapan masih jauh dari selesai. âTour ini belum selesai. Lihat saja etape-etape berikutnya dan juga pekan depan,â katanya.
Selain kaus kuning, Pogacar juga kini memegang kaus polkadot sebagai raja tanjakan. Sementara Jonathan Milan mempertahankan kaus hijau untuk klasemen sprinter, dan Evenepoel tetap memegang kaus putih sebagai pembalap muda terbaik.
Sementara itu, Ben Healy menggambarkan pengalamannya mengenakan kaus kuning sebagai âangin puyuh.â Kini ia harus puas melorot ke peringkat ke-11 dengan ketertinggalan lebih dari 13 menit.
Etape Kamis memang menghadirkan penderitaan sejak awal. Dengan tiga tanjakan besar sebelum Hautacam yang memiliki panjang 13,6 km dengan kemiringan rata-rata 7,8 persen, hanya pembalap terkuat yang bisa bertahan di kelompok depan. Dan Pogacar, dalam performa terbaiknya, tak menyia-nyiakan kesempatan untuk menunjukkan siapa yang paling tangguh di Pyrenees.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Ketua MPR Kok Jadi Juru Bicara Pemerintah
-
Tim Gabungan Kerja Keras Padamkan Karhutla di Meranti
-
Ayustina Mempertahankan Jersi Kuning pada Etape Kedua Tour of Vietnam
-
Wakil Presiden Gibran Temui Try Sutrisno, Pererat Tali Silaturahmi Nasional
-
Maybank Indonesia Adakan Kegiatan Keberlanjutan Jelang Maybank Cycling Series Il Festino 2025
-
Perkuat Pendidikan Tinggi Maritim, ITS Gagas Forum Diktimarin
-
Geliatkan Ekonomi Kreatif, Bank Raya Hadirkan Ekosistem Transaksi Digital di Sundown Markette Festival
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.