- Home
-
- Megapolitan
-
- Demi Ketahanan Pangan Warg...
Demi Ketahanan Pangan Warga Jakarta Didorong Kembangkan Tanaman Perkotaan
Jumat, 18 Jul 2025, 14:11 WIBJAKARTA â Banyak lahan kosong di sekitar rumah, meski sempit, yang dapat dimanfaatkan untuk urban farming atau tanaman perkotaan. Ini penting untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga. Yang bisa di tanam, tanam sendiri, tidak usah membeli seperti cabe.
Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) bersama Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jakarta mengajak warga untuk aktif berkebun di perkotaan (urban farming) untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dan pelestarian lingkungan.
Ajakan itu dilakukan melalui kegiatan Tanam Serentak digelar secara hybrid di seluruh wilayah Jakarta dengan enam titik tanam utama mewakili lima kota dan satu kabupaten, Jumat.
âMelalui kegiatan ini, kami juga ingin mendorong masyarakat untuk aktif melakukan urban farming, memanfaatkan lahan, pekarangan, dan ruang yang ada secara produktif,â kata Kepala Dinas KPKP Jakarta, Hasudungan Sidabalok di Jakarta, Jumat.
Kegiatan bertema âMewujudkan Keluarga Mandiri Panganâ itu diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas. Menanam dan memelihara tanaman adalah bagian dari solusi konkret dalam menghadapi tantangan pangan dan inflasi.
Menurut Hasudungan, dengan sinergi lintas sektor, dari PKK, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), kelompok tani hingga masyarakat umum, maka bisa terbangun ekosistem pangan kota yang tangguh dan mandiri.
Dengan demikian, ketahanan pangan keluarga di Jakarta dapat terus meningkat, kebutuhan pangan dapat terpenuhi secara mandiri, serta mendorong pemanfaatan lahan dan ruang untuk urban farming.
"Tak kalah penting, inflasi, khususnya pada komoditas strategis dapat ditekan melalui hasil panen yang langsung dinikmati oleh masyarakat sendiri,â kata Hasudungan.
Kegiatan tanam serentak diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan, termasuk anggota PKK, perkantoran, RPTRA, kelompok tani, kelas berkebun, binaan, dan masyarakat umum.
Sebanyak 26.000 bibit tanaman ditanam dalam kegiatan ini, terdiri atas tanaman cabai, tomat, terung, tanaman obat keluarga (toga), serta berbagai tanaman produktif lainnya.
Tenaga Ahli Tim Penggerak PKK Jakarta, Dewi Indriati Rano Karno mengatakan, program ini tidak hanya mendukung urban farming, tetapi juga memperkuat peran aktif masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di tengah kota.
âLuar biasa, yang terpenting bukan hanya menanam, tapi juga bagaimana kita merawat dan memeliharanya dengan sungguh-sungguh. Dengan perawatan yang baik, tanaman bisa tumbuh subur, menghasilkan panen yang melimpah, dan pada akhirnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga maupun masyarakat sekitar,â kata Dewi.
Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta fokus meningkatkan teknologi pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan. "Kami selalu mengedepankan teknologi pertanian untuk meningkatkan dan memperkuat ketahanan pangan di Jakarta," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta, Hasudungan Sidabalok di Jakarta, Rabu.
Menurut Hasudungan, usaha pertanian, perikanan dan peternakan di Jakarta masih kalah dengan wilayah lain karena keterbatasan lahan. Karena itu, KPKP Jakarta terus mengembangkan dan memanfaatkan teknologi pertanian untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan di perkotaan sebagai kegiatan pertanian.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Pertanian perkotaan untuk ketahanan pangan di Jakarta
-
Tak Disangka! KAI Cuma Butuh Teknologi Ini buat Tekan Biaya Operasional hingga Ratusan Juta
-
Penerapan pertanian perkotaan di Kendari
-
Panen Manfaat Ganda: Urban Farming dan Pengelolaan Sampah Tingkatkan Ekonomi dan Atasi Krisis Iklim
-
Wali Kota Makassar Mengatakan 6.000 RT Jadi Ujung Tombak Program Urban Farming
-
Pemkot Jaktim Ciptakan Ketahanan Pangan, Gencarkan "Urban Farming" di Lahan Tersisa
-
Menlu Tiongkok Tegaskan PBB Masih Perlu Dipertahankan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.