Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Koperasi Merah Putih di NTB Kurangi Angka Pengangguran

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 21:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Koperasi Merah Putih di NTB Kurangi Angka Pengangguran Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil Provinsi NTB, Lalu Hamdi, memaparkan manfaat pembentukan Koperasi Merah Putih dalam sesi wawancara cegat di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Kamis (17/7/2025).

MATARAM – Pembentukan Koperasi Merah Putih pada setiap desa dan kelurahan menjadi upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Koperasi Merah Putih menjadi energi baru terutama untuk desa berdaya dan memberikan kontribusi terhadap ekonomi desa," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil NTB, Lalu Hamdi, di Mataram, Kamis (17/7).

Hamdi menilai keberadaan Koperasi Merah Putih yang disandingkan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat mempercepat desa-desa menjadi mandiri dalam bidang ketahanan pangan, sosial, ekonomi, hingga ekologi.

Dari total 1.021 desa yang tersebar pada delapan kabupaten di Nusa Tenggara Barat, saat ini ada sebanyak 106 desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem. Program desa berdaya yang dicanangkan Pemerintah NTB bertujuan untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Dalam program kerja desa berdaya itu sudah ditetapkan 20 program prioritas, salah satunya Koperasi Merah Putih," kata Hamdi.

Lebih lanjut dia menyampaikan meski BUMDes dan Koperasi Merah Putih adalah dua lembaga ekonomi tingkat desa yang bertujuan membangun kemandirian desa, namun kedua entitas usaha itu punya perbedaan.

Usaha yang dikelola BUMDes terintegrasi dengan program pemerintah desa dan berfokus kepada peningkatan pendapatan asli desa. Sedangkan, Koperasi Merah Putih berfokus terhadap pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan gotong-royong dan kekeluargaan.

"Kami mengutamakan mutualisme dalam pengelolaan BUMDes dan Koperasi Merah Putih. Kalau harus bersaing usaha, maka bersaing secara sehat," pungkas Hamdi.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2025, penduduk usia kerja di Nusa Tenggara Barat tercatat mencapai 4,17 juta orang dari total penduduk sebanyak 5,5 juta orang. Jumlah angkatan kerja mencapai 3,19 juta orang dengan rincian 3,09 juta orang bekerja dan 102,63 ribu orang menganggur.

Dari angka 3,09 juta orang bekerja tersebut terdiri dari pekerja penuh 1,70 juta orang, pekerja paruh waktu 786,43 ribu orang, dan pekerja setengah pengangguran sebanyak 606,36 ribu orang.

Laki-laki menduduki tingkat pengangguran terbuka sebanyak 3,37 persen, sedangkan perempuan hanya 3,02 persen. Apabila menurut wilayah, maka tingkat pengangguran terbuka paling banyak terdapat di perkotaan sebanyak 4,10 persen dan perdesaan hanya 2,21 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Disnaker Kota Bandung Dorong Program Magang

17 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Disnaker Kota Bandung Doron...
Daerah
Pemkot Bandung Bahas Pengha...

METOO Kembali Hadir di TikTok For You Beauty 2026

55 menit yang lalu | Lili Lestari

Rona
METOO Kembali Hadir di TikT...

Seribu Lebih Warga Jakarta Adukan Masalah SPMB

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Seribu Lebih Warga Jakarta ...

Roy Suryo dan Tifa Ditangkap

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Roy Suryo dan Tifa Ditangkap

Kenali Tanda-tanda Migrain Segera Kambuh

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Kenali Tanda-tanda Migrain ...

Cermati Masa Bediding Saat Puncak-puncaknya Musim Kemarau

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Cermati Masa Bediding Saat ...
Megapolitan
Izin Produksi Perfilman di ...
Jumlah Doktor Masih Rendah, Kemdiktisaintek Buka Afirmasi bagi Dosen NTT.

Jumlah Doktor Masih Rendah, Kemdiktisaintek Buka Afirmasi bagi Dosen NTT.

19 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.