Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Muara Sungai Dikeruk, BPBD Aceh Barat Antisipasi Genangan Musim Hujan

📅 Rabu, 16 Jul 2025, 10:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Muara Sungai Dikeruk, BPBD Aceh Barat Antisipasi Genangan Musim Hujan Doc: Antara Foto
Ket. Petugas BPBD melakukan pengerukan muara sungai di kawasan Suak Ujung Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat sebagai upaya mencegah genangan air hujan dan banjir akibat tingginya intensitas hujan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melakukan pengerukan muara sungai di kawasan Pantai Wisata Batee Puteh Meulaboh, sebagai upaya mencegah genangan banjir di permukiman masyarakat akibat meningkatnya curah hujan. 

"Pengerukan ini sebagai upaya mengantisipasi tergenangnya air di rumah warga akibat tingginya curah hujan sejak beberapa hari belakangan ini," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah kepada ANTARA, Rabu. 

Ia mengatakan, dengan adanya pengerukan muara sungai di Suak Ujung Kalak Meulaboh, diharapkan genangan air hujan yang menutupi sejumlah ruas jalan dan rumah warga di Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat dapat segera surut dan teratasi.  

Teuku Ronal menyebutkan pengerukan muara sungai Suak Ujung Kalak Meulaboh, salah satu cara alternatif mencegah genangan air hujan di pusat ibu kota Kabupaten Aceh Barat.

Meski telah diguyur hujan sejak beberapa hari belakangan ini, BPBD Aceh Barat tetap menyiagakan personel guna memantau debit air sungai dan lokasi yang selama ini rawan terjadi banjir.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika mengingatkan masyarakat yang berdomisili di wilayah pantai barat selatan Aceh, agar mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang selama dua hari ke depan.

“Berdasarkan pengamatan citra satelit, potensi hujan yang sudah terjadi sejak dua hari belakangan ini di wilayah pantai barat selatan Aceh karena adanya pola siklonik di wilayah barat daya Samudera Hindia,” kata prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Aceh, Gilang Yusuf kepada ANTARA, Senin (14/7/2025).

Akibat pola siklonik tersebut, kata Gilang, menyebabkan terjadi penumpukan massa udara di wilayah sekitar Aceh, sehingga menyebabkan pembentukan awan hujan diantaranya seperti awan cumulonimbus atau nimbostratus atau sejenisnya.

Gilang menjelaskan pola siklonik yang saat ini terjadi di wilayah pantai barat selatan Aceh merupakan awan yang baru saja ‘matang’, sehingga potensi hujan ringan, sedang hingga lebat diprakirakan dapat terjadi hingga Rabu, 16 Juli 2025.

Ada pun potensi hujan tersebut dapat terjadi pada pagi hingga malam hari, atau dapat terjadi pada dini hari maupun di sepanjang hari.

BMKG mengimbau masyarakat agar dapat menjauhi wilayah pinggiran sungai, tebing gunung atau daerah yang banyak pepohonan karena pola siklonik yang terjadi saat ini, dapat mengakibatkan meluapnya aliran sungai serta terjadinya angin kencang, sehingga berpotensi terjadinya bencana alam seperti pohon tumbang atau bencana alam lainnya, demikian Gilang Yusuf.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.