Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Ancam Russia dengan Tarif Jika Tak Akhiri Perang Ukraina, Begini Respons Media Moskow

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 15:30 WIB | Oleh:
Trump Ancam Russia dengan Tarif Jika Tak Akhiri Perang Ukraina, Begini Respons Media Moskow Doc: Le Monde
Ket. Presiden AS Donald Trump dan Presiden Russia Vladimir Putin di Helsinki pada tahun 2018. DOUG

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump, Senin (14/7), mengatakan kepada Russia untuk mengakhiri perang Ukraina dalam waktu 50 hari atau menghadapi sanksi ekonomi baru yang besar saat ia memaparkan rencana untuk menambah persenjataan baru untuk Kyiv melalui NATO.

Trump mengatakan dia "sangat, sangat tidak senang" dengan Presiden Vladimir Putin, dan menggarisbawahi desakannya bahwa kesabarannya akhirnya habis dengan penolakan pemimpin Russia itu untuk mengakhiri invasi tiga tahun ke Ukraina.

"Kami akan menerapkan tarif yang sangat ketat jika tidak ada kesepakatan dalam 50 hari, tarifnya sekitar 100 persen," kata Trump dalam pertemuan di Ruang Oval, Gedung Putih dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.

Trump mengatakan tarif tersebut akan menjadi "tarif sekunder" yang menargetkan mitra dagang Russia yang tersisa - dengan tujuan melumpuhkan kemampuan Moskow untuk bertahan dari sanksi Barat yang sudah luas.

Trump dan Rutte juga mengungkap kesepakatan di mana aliansi militer NATO akan membeli senjata senilai miliaran dolar dari AS, termasuk baterai antirudal Patriot, dan kemudian mengirimkannya ke Ukraina.

"Ini sungguh besar," kata Rutte. Ia memuji kesepakatan yang bertujuan meredakan keluhan Trump bahwa AS membayar lebih besar daripada sekutu Eropa dan NATO untuk membantu Ukraina.

Jerman, Kanada, Denmark, Finlandia, Belanda, Norwegia, Swedia dan Inggris termasuk di antara pembeli yang membantu Ukraina, tambah kepala NATO.

"Jika saya Vladimir Putin hari ini dan mendengar Anda berbicara ... saya akan mempertimbangkan kembali bahwa saya harus menganggap negosiasi tentang Ukraina lebih serius," kata Rutte.

Namun, di Moskow, bagaimana reaksi bursa saham? Bursa saham naik 2,7%.

Itu karena Russia telah bersiap menghadapi sanksi yang lebih keras dari Presiden Trump.

"Russia dan Amerika sedang bergerak menuju babak baru konfrontasi terkait Ukraina," demikian peringatan tabloid Moskovsky Komsomolets edisi Senin (14/7), seperti dikutip BBC.

"Kejutan Trump pada hari Senin tidak akan menyenangkan bagi negara kita."

Memang tidak "menyenangkan". Namun, Russia akan merasa lega, misalnya, karena tarif sekunder terhadap mitra dagang Russia baru akan berlaku 50 hari dari sekarang.

Hal itu memberi Moskow banyak waktu untuk mengajukan usulan balasan dan menunda penerapan sanksi lebih jauh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.