Iran Pertimbangkan untuk Mulai Kembali Perundingan Nuklir

Selasa, 15 Jul 2025, 02:40 WIB

TEHERAN - Menteri luar negeri Iran mengatakan Amerika Serikat (AS) sedang mencoba menghidupkan kembali perundingan nuklir dengan Teheran, sambil menekankan bahwa negaranya tidak terburu-buru untuk melanjutkan perundingan.

"Amerika bersikeras untuk kembali ke meja perundingan," kata Abbas Araghchi dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu (12/7) lalu.

Ket. Foto: Abbas Araghchi — Sumber: AFP/YASIN AKGUL

Teheran, menurut Menlu Araghchi sedang mempertimbangkan pilihannya terkait waktu, lokasi, dan struktur perundingan potensial, tetapi tidak terburu-buru untuk memasuki negosiasi yang gegabah.

Menlu Araghchi menjabat sebagai negosiator utama dalam perundingan yang dimediasi Oman dengan AS, yang gagal setelah Israel melancarkan serangan mendadak terhadap situs nuklir Iran pada 13 Juni lalu.

Serangan itu menewaskan sejumlah pejabat tinggi militer dan nuklir, dan menghantam daerah perkotaan padat penduduk serta Penjara Evin di Teheran.

Pernyataan Araghchi tersebut merupakan tindak lanjut dari pernyataan Presiden AS, Donald Trump, pada 7 Juli lalu di mana ia mengatakan pihaknya terbuka untuk mencabut sanksi terhadap Iran.

Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, yang memimpin delegasi AS dalam pembicaraan sebelumnya, mengatakan pertemuan dengan Iran diperkirakan akan terjadi dalam pekan ini.

Menlu Araghchi juga mengatakan bahwa Iran membutuhkan jaminan bahwa mereka tidak akan diserang lagi jika perundingan tidak berhasil.

"Beberapa jaminan telah disampaikan bahwa tidak akan ada perang lagi, dan kami sedang meninjaunya," ujar dia tanpa merinci lebih lanjut. "Jika ada kesempatan untuk mengamankan kepentingan rakyat Iran, kami tidak akan melewatkannya. Pintu diplomasi tidak pernah tertutup," imbuh dia.

Belum Berhenti

AS bergabung dengan serangan Israel pada 22 Juni, dengan menyerang tiga fasilitas nuklir Iran.

Trump mengklaim telah menghancurkan infrastruktur nuklir Iran, sementara pejabat Iran mengatakan situs tersebut rusak parah tetapi tidak hancur.

Sebagai tanggapan, Iran menembakkan misil ke pangkalan udara Qatar yang digunakan oleh pasukan AS. Gencatan senjata antara Iran dan Israel mulai berlaku pada akhir Juni dan masih berlaku hingga saat ini, meskipun kedua belah pihak saling menuduh melakukan pelanggaran.

Menlu Araghchi juga menegaskan kembali bahwa kerja sama Iran dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) belum berhenti, meskipun ia menambahkan bahwa permintaan pemantauan sekarang akan ditinjau berdasarkan kasus per kasus dan ditangani secara eksklusif melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. ST/Bloomberg/I-1

  • iran

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.