Kaltim Dorong Kriya Lokal Berdaya Saing Global di Dekranas
📅 Senin, 14 Jul 2025, 03:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
BALIKPAPAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur mendorong kriya lokal berdaya saing global dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dengan provinsi tersebut sebagai tuan rumah.
Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa industri kriya sangat efektif untuk mengangkat budaya lokal sekaligus memperkuat semangat ekonomi kreatif, khususnya di Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN).
Rudy saat sambutan penutupan rangkaian HUT ke-45 Dekranas menyatakan, keyakinannya bahwa dengan bimbingan Dekranas dan arahan Kementerian Dalam Negeri, pembinaan industri kerajinan di Kaltim akan terus meningkat.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini krusial untuk mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif dari bawah, melalui pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah serta perajin lokal.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, lanjut Rudy, berkomitmen penuh untuk memperkuat posisi sepuluh kabupaten/kota di wilayahnya sebagai mitra aktif dalam pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penyelenggaraan HUT Dekranas selama tiga hari di Balikpapan tidak hanya menampilkan ragam kriya Nusantara, tetapi juga berhasil membangun kolaborasi erat antara perajin, pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan dari berbagai tingkatan pemerintahan.
Selama acara berlangsung, produk kerajinan dari berbagai daerah diperkenalkan kepada publik luas, membuka peluang perluasan jaringan usaha dan meningkatkan daya saing di pasar nasional hingga internasional.
Gubernur Rudy berharap semangat kolaborasi yang terbentuk dalam kegiatan itu dapat terus dijaga dan dikembangkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Semoga Dekranas terus menjadi wadah yang kokoh bagi kemajuan kriya Indonesia dan penguatan jati diri bangsa melalui karya,” ucap Rudy.
Sementara itu, sejumlah proyek pembangunan IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kaltim, kembali menggeliatkan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) kabupaten tersebut.
“Awal tahun pemerintah pusat sempat menahan proyek IKN,” ujar Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) Kabupaten Penajam Paser Utara Hadi Saputro ketika ditanya mengenai dampak pembangunan infrastruktur IKN di Penajam, kemarin.
Ia mengatakan, tertahannya proyek pembangunan IKN bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) yangberdampak terhadap realisasi PAD sektor pajak barang dan jasa tertentu. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!