Belum Pernah Hasil Final Wimbledon Bisa Seperti Berikut
Minggu, 13 Jul 2025, 13:14 WIBLONDON â Partai final dalam olahraga apa pun mestinya merupakan laga puncak dari dua pemain yang sukses mengalahkan lawan-lawan di babak sebelumnya. Berarti final harusnya sangat seru karena merupakan laga para pemenang.
Namun aneh terjadi dalam final di tunggal putri turnamen Wimbledon. Di mana pemain Polandia, Iga Swiatek, menghancurkan petenis Amerika, Amanda Anisimova, dengan 6-0, 6-0, Sabtu. Rasanya belum pernah terjadi hasil seperti itu, dalam sejarah final Wimbledon, sejak 1911.
Keberhasilan menjuarai Wimbledon membuat Swiatek kini telah menjuarai enam turnamen Grand Slam. Unggulan kedelapan asal Polandia itu tampil dominan sejak poin pertama dan menuntaskan pertandingan hanya dalam waktu 57 menit.
Ini pertama kali seorang petenis putri menang final Wimbledon tanpa kehilangan satu gim pun sejak 1911. Swiatek juga menjadi petenis kedua era Open yang memenangi final Grand Slam tanpa kehilangan satu gim pun.
Dua pekan sebelumnya Swiatek tampil dalam final turnamen lapangan rumput di Bad Homburg dan semakin kuat di All England Club, ketika para unggulan teratas bertumbangan. Dia hanya kehilangan satu set sepanjang perjalanan menuju final.
Anisimova sendiri tadinya diperkirakan menjadi ujian berat setelah menyingkirkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka pada semifinal. Anisimova memulai pertandingan dengan gugup dan kurang meyakinkan di bawah cuaca panas di Centre Court.
???????Servisnya langsung dipatahkan pada gim pertama, tertinggal 0-2, dan tanda-tanda buruk pun mulai terlihat bagi petenis AS itu. Ia lebih tenang pada gim servis berikutnya, tetapi Swiatek yang gigih tidak memberi celah. Swiatek bahkan kembali merebut gim tersebut dan unggul 3-0 setelah Anisimova melakukan double fault.
Saat tertinggal 0-4, Anisimova menghadapi kemungkinan kalah pada set pertama tanpa merebut satu gim pun, dan ia tak berdaya melawan Swiatek yang tampil luar biasa. Swiatek menyelesaikan set pertama 6-0 hanya dalam 25 menit.
Petenis AS itu hanya meraih enam poin dari servis pada set pertama dan melakukan 14 unforced error. Pada set kedua, Anisimova yang makin tertekan tidak mampu membendung laju Swiatek. Ia kembali melakukan double fault pada  gim ketiga dan kehilangan poin setelah memukul backhand ke net.
Para penonton berusaha menyemangatinya, namun Swiatek tampil konsisten. Swiatek pun menutup pertandingan dengan servisnya dan merayakan kemenangan sebelum menghibur Asinimova yang terpukul.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
De la Fuente Optimistis Yamal dan Nico Williams Siap Tampil Bela Spanyol di Piala Dunia
-
Gubernur Kaltara Kunjungi Mahasiswi Diduga Jadi Korban Penyekapan dan Kekerasan Seksual di Makassar
-
Langgar Aturan, Southampton Didiskualifikasi dari Playoff Promosi Divisi Championship
-
Perkuat Keamanan Pangan Dilakukan Pemprov Sumut untuk Hadapi El Nino
-
IHSG Anjlok 22 Persen Sepanjang 2026
-
San Antonio Spurs Melaju ke Final Wilayah Barat Usai Kalahkan Minnesota Timberwolves
-
Terpilih Jadi Vice Chair C40 Cities, Gubernur Pramono Bawa Jakarta ke Panggung Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.