Singkawang Makin Gencar Promosikan Wisata Lewat Event Budaya
Kamis, 28 Mei 2026, 21:45 WIBSINGKAWANG â Event budaya kini jadi salah satu cara yang ampuh untuk bikin sektor pariwisata makin hidup dan menarik perhatian wisatawan.
Lewat festival seni, tradisi daerah, hingga pertunjukan budaya lokal, sebuah daerah tidak hanya punya hiburan menarik, tapi juga identitas yang lebih kuat di mata pengunjung.
Suasana ramai saat event berlangsung juga ikut menggerakkan ekonomi warga, mulai dari UMKM, kuliner, penginapan, sampai transportasi lokal.
Karena itu, semakin banyak daerah yang mulai rutin menggelar event budaya sebagai strategi untuk memperkuat daya tarik wisata sekaligus mengenalkan kekayaan tradisi mereka ke lebih banyak orang.
Pemerintah Kota Singkawang menargetkan sedikitnya 12 agenda budaya digelar setiap tahun sebagai upaya memperkuat daya tarik sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, saat membuka Gawe Dayak Naik Dango XXVI di Rumah Adat Dayak Singkawang, Kamis (28/5), mengatakan penyelenggaraan event budaya secara rutin menjadi strategi daerah dalam menjadikan budaya sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
âLangkah tersebut diyakini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kota Singkawang,â katanya.
Menurut dia, dampak ekonomi dari penyelenggaraan event budaya dirasakan langsung oleh berbagai sektor usaha, mulai dari tingkat hunian hotel, rumah makan, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga masyarakat kecil di sektor informal.
âEvent budaya terbukti memberikan dampak ekonomi langsung. Penginapan penuh, kuliner ramai, produk UMKM laris, bahkan juru parkir juga ikut merasakan manfaatnya,â ujarnya.
Ia menilai agenda budaya tidak hanya menjadi sarana pelestarian tradisi, tetapi juga instrumen pemerataan ekonomi masyarakat karena manfaatnya dirasakan lintas sektor.
Momentum Gawe Dayak Naik Dango tahun ini, lanjut dia, juga semakin memperkuat nilai toleransi dan harmoni masyarakat karena berlangsung berdekatan dengan perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.
âPagelaran Gawe Dayak tahun ini terasa semakin indah karena bertepatan dengan Idul Adha yang dirayakan umat Muslim. Ini memperlihatkan kuatnya toleransi dan harmoni masyarakat di Singkawang,â katanya.
Menurut dia, berbarengannya perayaan budaya Dayak dan Idul Adha menjadi gambaran kehidupan multikultural masyarakat Singkawang yang hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati.
âUmat Muslim melaksanakan ibadah kurban, sementara masyarakat Dayak menggelar syukuran panen. Keduanya berjalan berdampingan dengan damai dan penuh toleransi,â ujarnya.
Pemerintah Kota Singkawang katanya, akan terus mendorong penguatan sektor pariwisata berbasis budaya guna mempertahankan citra Singkawang sebagai kota toleran dan destinasi wisata budaya di Kalimantan Barat.
- Festival Budaya
- Pemkot Singkawang
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Austria dan Belgia Tolak Terlibat Operasi di Selat Hormuz
-
Festival Etnik Religi pada 11-13 Agustus 2026 di Tolikara
-
Pantau dari Makkah, Nabilah Pastikan Ribuan Sembako Tersalurkan
-
Makassar Segera Mulai Menerapkan Hukuman Bekerja Sosial
-
Event Akhir Pekan di Jakarta 28-29 Maret 2026: FIFA Series, Konser, dan Teater Musikal
-
Pemerintah Genjot Swasembada Gula agar Tak Impor Lagi
-
Ayo! Naik Transjakarta Besok Tarif Cuma Rp12, Bayar Lewat Aplikasi TJ:Transjakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.