Cedera Romeny Picu Kontroversi, Pelatih Arema Minta Maaf
📅 Jumat, 11 Jul 2025, 16:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Istimewa
JAKARTA - Pelatih Arema FC, Marcos Santos, buka suara setelah insiden keras yang melibatkan pemainnya, Paulinho Moccelin, membuat penyerang Oxford United, Ole Romeny, cedera dalam laga Grup B Piala Presiden 2025 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kamis (10/7).
Romeny yang menjadi starter mencetak gol kedua Oxford United pada menit ke-9. Namun hanya empat menit berselang, ia mendapat tekel keras dari Paulinho yang dinilai terlambat. Wasit hanya mengganjar pelanggaran itu dengan kartu kuning, keputusan yang langsung memicu kemarahan Romeny.
Penyerang berusia 24 tahun yang tengah bersinar bersama Timnas Indonesia itu menyebut keputusan wasit sebagai "lelucon". Romeny bahkan harus ditarik keluar pada menit ke-17 karena mengalami cedera usai insiden tersebut.
Akibat kejadian ini, Paulinho mendapat sorotan tajam dan hujatan dari netizen di media sosial karena dianggap mencederai aset penting tim nasional.
Menanggapi hal tersebut, pelatih Arema FC Marcos Santos mengaku memahami situasi dan menegaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan permintaan maaf.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Itu bagian dari permainan. Ia mencoba masuk, Paulinho datang dan terjadi kontak. Saya sudah minta maaf, Paulinho juga sudah minta maaf,” ujar Santos.
“Kami paham situasinya. Dia pemain timnas, tentu banyak yang marah. Kami akan lihat lagi kejadian sebenarnya, tapi saya yakin masalah ini bisa diselesaikan dengan baik,” tambahnya.
Santos juga menyayangkan insiden padamnya lampu stadion di awal pertandingan yang membuat laga sempat tertunda selama 15 menit. Ia menyebut gangguan tersebut memengaruhi fokus anak asuhnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saat pertandingan dimulai, permainan Arema luar biasa, mereka membuat lawan bingung,” ungkapnya. “Tapi ketika lampu mati dan fokus terganggu, kami langsung kebobolan dua kali dengan cepat.”
Oxford United menang telak 4-0 atas Arema FC lewat gol-gol Przemyslaw Placheta (6’), Ole Romeny (9’), Leo Snowden (43’), dan Gatlin Odonkor (70’).
Pengamat sepak bola nasional, Binder Singh, ikut menyayangkan insiden yang dialami Romeny dalam laga bertempo tinggi tersebut. Menurutnya, pelanggaran Paulinho seharusnya diganjar kartu merah.
“Piala Presiden memang turnamen pra musim, tapi intensitasnya nyata. Pemain seperti Ole melihat ini sebagai panggung pembuktian, bukan sekadar uji coba. Sayangnya, semangat profesionalisme itu justru dibalas tindakan yang mencederai spirit kompetitif,” kata Binder.
Ia menyoroti pentingnya menjaga keselamatan pemain, terutama jelang agenda penting seperti babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan musim baru Liga Championship Inggris bersama Oxford United.
“Ini bukan tempat mempertontonkan kekerasan. Risiko cedera seperti ini bisa mengganggu persiapan panjang tim, termasuk rencana timnas,” tegasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!