Microsoft, OpenAI, dan Anthropic Gelontorkan US$23 Juta untuk Latih Guru Mengenai AI
Kamis, 10 Jul 2025, 19:00 WIBJAKARTA - Inisiatif pelatihan guru terkait kecerdasan buatan (AI) di AS mendapatkan dukungan finansial signifikan dari tiga perusahaan teknologi besar. Microsoft, OpenAI, dan Anthropic menyumbang total US$23 juta untuk membiayai pembentukan pusat pelatihan AI dalam kerja sama dengan American Federation of Teachers (AFT) dan United Federation of Teachers.
Dana ini akan digunakan untuk membentuk National Academy for AI Instruction, yang akan menghadirkan berbagai pelatihan bagi guru tingkat Kâ12. Program awalnya akan mulai beroperasi di New York City pada musim gugur mendatang sebelum diperluas ke daerah lain di AS dalam lima tahun ke depan.
Microsoft menyumbangkan US$12,5 juta selama lima tahun, sementara OpenAI mendonasikan US$10 juta. Anthropic menambahkan pendanaan US$0,5 juta pada tahun pertama. Targetnya adalah melatih sekitar 400.000 guru â setara 10 persen dari total guru Kâ12 di AS â melalui kombinasi lokakarya langsung dan kursus daring.
AFT, serikat guru terbesar kedua di AS dengan anggota mencapai 1,8 juta orang, merancang program ini agar guru dapat memanfaatkan AI untuk merancang rencana pelajaran, membuat kuis, menyusun komunikasi dengan orang tua siswa, dan tugas administratif lainnya.
Presiden AFT, Randi Weingarten, menekankan pentingnya keterlibatan pendidik dalam menentukan cara AI diintegrasikan ke sekolah.
Ia mengatakan, âAI sudah ada di sekolah kita, memengaruhi cara pelajaran dirancang dan bagaimana siswa belajar dalam dan luar kelas. Kita harus memastikan pendidik, orang tua, dan siswa ikut menentukan pemanfaatannya, agar AI tidak sekadar diterapkan tanpa kendaliâ.
Beberapa guru sudah melihat AI seperti ChatGPT, Copilot, dan Claude memberikan keuntungan signifikan dalam efisiensi pekerjaan. Namun, kekhawatiran muncul terkait potensi AI menggantikan guru, menghambat kemampuan berpikir kritis siswa, serta risiko privasi dan plagiarisme . Profesor pendidikan Lois Weiner memperingatkan bahwa tekad Big Tech dalam merambah sektor pendidikan sering berorientasi pada keuntungan, bukan kemajuan pedagogis.
Program ini juga dilengkapi materi untuk mengatasi masalah seperti penyalahgunaan AI, kepercayaan siswa terhadap sistem, serta perlindungan data pribadi. AFT memastikan lokakarya dan kurikulum dirancang bersama para pakar AI dan guru berpengalaman agar komprehensif dan berimbang.
Selain memberikan pengetahuan teknis, pelatihan ini juga didesain sebagai pendidikan lanjutan (continuing education), memungkinkan guru memperoleh kredit profesional. Penyelenggaraan di pusat fisik serta secara online diharapkan menjangkau guru dari sekolah swa dan negeri, termasuk yang berada di daerah dengan sumber daya terbatas.
Inisiatif ini dilatarbelakangi penyebaran penggunaan AI di kalangan siswa; sebuah survei RAND menunjukkan dua kali lipatnya penggunaan AI oleh remaja selama dua tahun terakhir, sementara sebagian guru masih belum mampu mengejar kecanggihan teknologi tersebut . Melalui pelatihan ini, diharapkan guru mampu membantu siswa menghindari jebakan seperti plagiarisme dan mempertajam kemampuan analitis sambil memanfaatkan AI secara bijak.
Kritikus berpendapat bahwa keterlibatan perusahaan teknologi besar bisa menciptakan ketergantungan produk atau bias komersial, namun dukungan finansial yang jelas sebesar US$23 juta menjadi fondasi nyata yang melebihi janji kampanye belaka . Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya Sustainable Development Goals dan kebijakan pemerintahan AS terkait integrasi AI dalam pendidikan.
Secara garis besar, kolaborasi ini memperlihatkan era baru dalam pendidikan: bukan hanya memanfaatkan AI, tetapi memberdayakan guru agar tetap menjadi pengendali utama dalam proses belajar. Dengan pendekatan etis, bertanggung jawab, dan berbasis pendidik, program ini dimaksudkan untuk menjamin AI menjadi alat mendukung, bukan menggantikan, tugas guru.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Libur Lebaran 2026, Wisatawan Serbu Taman Mini Indonesia Indah
-
Satpol PP Pontianak tertibkan PKL di Waterfront
-
Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran dari Kampung Halaman ke Jakarta
-
AI Sebagai "Penyebab Munculnya" Celah Keamanan Siber
-
Bocoran iOS 27: Siri Berubah Total Jadi AI Chatbot Mirip ChatGPT dan Gemini
-
Jalan Poros Yasin Limpo Gowa Mulai Diperbaiki
-
Dirut Bulog Nyatakan Stok Beras Aman, Mencapai 4,3 Juta Ton
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.