Kopdes Masuk Arena! Rantai Pupuk Subsidi Dipangkas, Tengkulak Ketar-Ketir

Kamis, 10 Jul 2025, 00:00 WIB

JAKARTA – Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang rencananya diluncurkan pekan depan diharapkan menjadi mekanisme baru penyaluran pupuk subsidi. Koperasi ini semestinya dapat memutuskan mata rantai permainan penyaluran pupuk subsidi ke petani.

Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Melchias Markus Mekeng menjelaskan, selama ini, petani kesulitan mendapatkan pupuk ketika musim tanam tiba. Bahkan, kelangkaan pupuk ini disebabkan adanya permainan dari para pedagang yang sengaja menimbunnya.

Ket. Foto: PERMASALAHAN DISTRIBUSI - Sejumlah pekerja membongkar muatan pupuk subsidi di gudang penyimpanan pupuk Distribution Center (DC), Medan, Sumatera Utara, Senin (7/7). Penyaluran pupuk subsidi menjadi permasalahan tiap tahun. — Sumber: ANTARA/YUDI MANAR

"Pada akhirnya mereka menentukan sendiri harga yang jauh diatas HET (harga Eceran tertinggi) yang telah ditetapkan, sehingga sangat memberatkan petani, sekaligus merugikan negara. Hal inilah yang akan terus kami dalami,” ujarnya di Jakarta, Rabu (9/7).

Dengan adanya program Kopdes Merah Putih, pihaknya berharap mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi menjadi lebih efektif, efisien dan tepat sasaran. Penyaluran pupuk dari PT Pupuk Indonesia langsung ke koperasi kemudian disalurkan ke petani tanpa harus melalui sejumlah pihak.

“Selain akan memutus mata rantai penyaluran pupuk subsidi ke petani, sekaligus bisa menopang asa cita Presiden yakni mewujudkan swasembada pangan. Pupuk memainkan peranan yang paling penting untuk itu,” ujarnya.

Seperti diketahui, penyaluran pupuk subsidi menjadi permasalahan tiap tahun. Fluktuasi harga dan kelangkaan pupuk di masa tanam disinyalir disebabkan adanya permainan dari pihak tertentu. Selain melalui Kopdes Merah Putih, alternatif penyaluran pupuk lain yang mencuat adalah melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Tani (Poktan).

Adapun Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus mengawal persiapan peluncuran Kopdes Merah Putih yang ditargetkan resmi berjalan pada 19 Juli 2025. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya besar pemerintah menyederhanakan rantai pasok pangan, menekan inflasi harga bergejolak (volatile food), dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kopdes Merah Putih hadir untuk menyederhanakan rantai pasok pangan yang selama ini panjang dan berfluktuasi. Dengan hanya dua tahap distribusi dari produsen ke koperasi, harga akan lebih terkendali dan adil bagi konsumen,” ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, dalam Rapat Koordinasi Pasokan Bahan Pangan KDMP di Jakarta, Selasa (8/7).

Buat Standar

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Manajemen Pembangunan Daerah (MPD) Sekolah Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Prof. Dr. Faroby Falateha meminta pemerintah membuat standar dalam penunjukan penyalur pupuk subsidi. Tujuannya agar petani sebagai penerima manfaat tidak dirugikan jika terjadi masalah pada penyalur.

Dirinya mengapresiasi terbitnya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, sebagai langkah perbaikan berkelanjutan terhadap Program Pupuk Bersubsidi.

"Namun, tentunya standarisasi penunjukkan pihak penyalur pupuk bersubsidi perlu lebih diatur dalam petunjuk teknis yang akan diterbitkan oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian," ucapnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

Polisi Buru Pemodal Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

Gempa M4,8 Guncang Perairan 84 Km Timur Laut Ruteng Manggarai NTT.

Rumah Adat di Kawasan Wisata Sade Lombok Terbakar.

Karhutla Jambi Meningkat, Wakapolda Cek Titik Panas dan Evaluasi Penanganan.

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi.

Menteri PPPA Dorong UMKM Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Pemerintah Tegaskan akan Terus Perkuat Pemberantasan Narkoba Transnasional

Netflix Umumkan Penayangan Dokumenter F1 Michael Schumacher Terbaru

Kementerian PU Tangani 1.229 Lokasi Kekeringan, Puluhan Ribu Hektare Sawah Diselamatkan

Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Percetakan Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

Pemerintah Siapkan Sebanyak 3.784 Unit Hunian Vertikal di Kawasan Manggarai

Pengendara Diminta Waspada karena Jasamarga Sedang Lakukan Pemeliharaan Tol Jakarta-Cikampek

Bogor Siapkan Embarkasi Haji 7 Lantai Rp142 Miliar, Konsepnya Mirip Zamzam Tower!

BPBD Kalsel Sebut Delapan Kabupaten/Kota Siaga Darurat Karhutla hingga Oktober

Harga Tiket AS Terbuka 2026 Tetap Tinggi, Sinner Absen Jadi Sorotan

Russell Menang Sprint GP Belanda, Antonelli Perlebar Keunggulan di Puncak Klasemen Formula 1

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.