Dukung Pembudi Daya Tradisional, KKP - Komisi IV Pastikan Akses Pupuk Subsidi

Kamis, 26 Feb 2026, 22:02 WIB

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersinergi dengan Komisi IV DPR RI serta PT. Pupuk Indonesia memastikan program pupuk bersubsidi hadir untuk memperkuat perikanan budi daya, khususnya pembudi daya tradisional. 

Di Kabupaten Gresik, salah satu sentra budidaya ikan bandeng terbesar di Indonesia, pupuk bukan sekadar input produksi, melainkan penggerak kehidupan. Dalam pola budidaya tradisional, pupuk dibutuhkan untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami, yang menentukan keberhasilan panen.

Ket. Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersinergi dengan Komisi IV DPR RI serta PT. Pupuk Indonesia memastikan program pupuk bersubsidi hadir untuk memperkuat perikanan budi daya, khususnya pembudi daya tradisional — Sumber: istimewa

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, mengungkapkan geliat budidaya ikan di Gresik terus menunjukkan tren positif. Jumlah pembudi daya meningkat dari 13.210 orang pada 2021 menjadi 32.505 orang pada 2025 (angka sangat sementara). Produksi bandeng Gresik pada 2025 tercatat sementara sebesar 112.590 ton, memberikan kontribusi besar terhadap total produksi bandeng Jawa Timur yang mencapai 203.338 ton. 

“Bagi pembudi daya tradisional, pupuk adalah penopang utama. Tanpa pupuk, pertumbuhan ikan tidak optimal dan biaya produksi meningkat. Kami mendengar langsung rasa syukur mereka ketika program pupuk bersubsidi sektor perikanan hadir,” ujar Tebe di Jakarta, Kamis (26/2).

Pelaksanaan program ini mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 22 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan, yang menjamin penyaluran tertib dan tepat sasaran. Untuk Tahun Anggaran 2026, alokasi pupuk bersubsidi sektor perikanan di Jawa Timur sebesar 66.571 ton, sementara Kabupaten Gresik dialokasikan menerima total 9.825 ton.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto menyampaikan bahwa aspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik telah dibahas dalam Panja Pupuk dan kini masuk dalam rekomendasi subsidi nasional. Dalam kunjungan reses Komisi IV DPR RI beberapa waktu lalu, ia menjelaskan bahwa alokasi subsidi pupuk untuk sektor perikanan budidaya mencapai sekitar 295 ribu ton secara nasional. Kebijakan ini menjadi langkah penting yang telah lama dinantikan para petambak dan diyakini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.

Ia menegaskan distribusi pupuk harus tepat sasaran hingga ke tingkat petambak, disertai pengawasan penyaluran yang kuat di lapangan.

Tambak Gresik

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi atas sinergi DPR RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Yang terpenting adalah kepastian pupuk. Terima kasih atas perhatian dan keberpihakan kepada petambak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Gresik memiliki luasan tambak yang besar dan masyarakat menggantungkan hidup dari sektor budi daya. Perputaran ekonomi pesisir sangat dipengaruhi produktivitas tambak, sehingga dukungan pupuk menjadi faktor strategis untuk menjaga keberlanjutan usaha tradisional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong geliat budidaya perikanan, termasuk yang dikelola oleh petambak tradisional. Bantuan pupuk subsidi untuk budi daya diyakini akan meningkatkan produktivitas petambak trandisional di Indonesia. 

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.