Perkuat Koordinasi, Otoritas Bandara Diminta Menhub Tangani Gangguan Layangan

Rabu, 09 Jul 2025, 20:50 WIB

Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta otoritas bandara meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menangani gangguan penerbangan akibat aktivitas layangan di sejumlah wilayah.

"Kita, ada beberapa tempat yang (terjadi), saya minta kepada otoritas bandara untuk menemui pemerintah daerah sempat supaya layang-layangan tidak mengganggu (penerbangan)," kata Menhub dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Rabu (9/7).

Ket. Foto: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Rabu (9/7). — Sumber: Antara

Menhub menegaskan pentingnya edukasi keselamatan hingga tingkat masyarakat terkecil, termasuk RT, karena aktivitas menerbangkan layangan dilakukan tanpa kesadaran akan bahaya bagi keselamatan penerbangan.

Ia menyebut sosialisasi terus dilakukan hingga ke wilayah-wilayah kecil yang diketahui aktif menerbangkan layangan dan balon udara, terutama menjelang masa liburan dan kepulangan warga ke kampung halaman.

"Waktu itu kita datangi sampai ke kemana ke paling kecil, ke tempat-tempat yang memang secara spesifik mereka suka menerbangkan layangan itu," ucap Menhub.

Diungkapkan Menhub penerbangan yang sempat terganggu akibat layangan terjadi di area Jakarta dan Bali, terutama saat musim liburan ketika anak-anak banyak bermain di ruang udara terbuka.

Oleh karena itu, dia juga meminta adanya Pemetaan wilayah rawan layangan dan gangguan udara lainnya sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan keselamatan penerbangan nasional.

Dudy menekankan edukasi masyarakat adalah proses jangka panjang yang membutuhkan ketekunan, karena perubahan perilaku tidak dapat dicapai dalam waktu singkat dan harus dilakukan secara konsisten.

"Tapi, kadang-kadang ini kan suka ada musimnya, musim liburan. Nah  ini banyak yang pulang kampung, diajarkan main layangan. Kita harus temui (karena) anak-anak pulang kampung diajarkan main layangan, gitu kan. Nah ini kita tetap perhatikan," imbuh Menhub.

Sebelumnya, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau Airnav Indonesia melaporkan sebanyak 21 pesawat batal terbang dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, akibat aktivitas layang-layang.

"Berdasarkan data yang dihimpun, sepanjang 4-6 Juli 2025 aktivitas penerbangan layang-layang di area Bandara Soekarno-Hatta menyebabkan 21 pesawat batal terbang dan mendarat di bandara," kata Direktur Utama AirNav Indonesia Avirianto Suratno.

Karena itu, pihaknya menyampaikan peringatan keras kepada masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di sekitar bandara, khususnya di area yang menjadi jalur perlintasan lepas landas dan pendaratan pesawat Bandara Soetta.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.