Kenapa Arema FC Tak Maksimalkan Kuota Pemain Asing?
📅 Rabu, 09 Jul 2025, 20:50 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-MO Arema FC
MALANG - Manajemen Arema FC memilih tak memaksimalkan kuota 11 pemain asing sebagaimana regulasi terbaru dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menjaga keharmonisan ruang ganti tim.
"Kami mempertimbangkan tidak sepertinya, mereka (pemain asing) pasti ingin bermain kan, itu agak mengganggu ruang ganti nanti," kata General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.
Berdasarkan regulasi terbaru untuk kompetisi musim 2025/2026, 11 pemain asing bisa didaftarkan sebagai bagian dari pemain di dalam sebuah tim sepakbola.
Namun, dari 11 pemain itu hanya akan ada delapan legiun asing yang bisa dimainkan atau masuk ke dalam daftar susunan pemain (DSP) di setiap pertandingan Super League atau yang sebelumnya bernama Liga 1.
"Yang bermain delapan pemain, dari 11 pemain artinya ada tiga pemain yang tidak bermain," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keputusan tidak mengambil 11 pemain asing juga dikarenakan faktor kebutuhan tim untuk mengarungi kompetisi musim terbaru.
"Sesuai kebutuhan saja, karena yang bisa bermain ya delapan orang. Jadi sebanyak-banyaknya mungkin sembilan pemain," ucap dia.
Saat ini Arema FC telah merekrut empat pemain asing baru yang semuanya berkewarganegaraan Brasil, yakni Odivan Koerich, Yann Motta, Paulinho Moccelin, dan Valdeci Moreira.
Sebaiknya Anda baca juga:
Empat rekrutan anyar itu melengkapi deretan pemain asing yang sudah terlebih dahulu memperkuat Arema FC pada kompetisi musim 2024/2025, yakni Lucas Friggeri, Thales Lira, Julian Guevara, Pablo Oliveira, dan Dalberto Luan.
Khusus Pablo Oliveira, pemain yang berposisi gelandang bertahan itu sampai saat ini masih menjalani pemulihan cedera yang dialaminya pada musim lalu, sehingga belum bisa bergabung ke dalam tim untuk kompetisi Piala Presiden.
Yusrinal menyebut ketika pembahasan soal regulasi tersebut, pihaknya mencoba mengusulkan jumlah pemain asing untuk kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia paling tidak tujuh sampai sembilan pemain per tim.
"Tapi kan kemarin suara terbanyaknya kan delapan, 11 pemain itu," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!